Genre : Friendship, Familyship, Romantic
Rating : Remaja
Main Cast :
-Wu Yi Fan as Wu Yi Fan (Kris)
Other Cast : Find by yourself
PART 3
Keesokan harinya saat Andreane sedang kuliah, ia berjalan di koridor ‘kecelakaan
bola basket’ itu lagi. Tiba-tiba ia merasa ada yang mengganjal, dia merasa ada
sesuatu yang sempat ia lupakan namun ia ingat lagi. Tapi ‘sesuatu’ itu tidak
bisa ia ingat lagi. Ia nikmati berjalan di koridor itu, ia melangkahkan kakinya
pelan-pelan, sambil mengingat-ingat ‘sesuatu’ yang ia lupakan tadi.
Andrea
melirik ke bawah, ingin melihat pohon sakura yang ada di bawah sana. Mungkin
dengan begitu, bisa membantunya mengingat ‘sesuatu’ itu. Tapi saat ia menengok
ke bawah, yang dilihatnya adalah lapangan basket yang dipenuhi begitu banyak
kepala manusia. Aaakkhhh, lapangan basket? Andrea seperti mendapatkan sedikit
cahaya menuju ke ingatan ‘sesuatu’ yang sempat ia lupakan.
“Andreaaa!!!”
Jessica memanggil Andrea dari kejauhan. Membuyarkan konsentrasinya
mengingat-ingat ‘sesuatu’.
“Mwo?
Ada apa?” tanya Andrea setelah jarak mereka dekat.
“Ikut
aku sekarang!” Jessica langsung menarik tangan Andrea. Andrea pun hanya menurut
saja, akan kemanakah ia dibawa.
Setelah
mereka berdua –Jessica & Andrea, berlari-lari. Akhirnya sampailah mereka di
lapangan basket. Lapangan basket? Andrea bingung. Ada apa Jessica mengajaknya
ke sini? Ia menatap Jessica dengan tatapan ‘kenapa kau mengajakku ke sini?’.
Dan Jessica pun menunjuk sesuatu… uhhhm… lebih tepatnya seseorang.
Minho.
Ya, Minho-lah yang ditunjuk Jessica. Andrea mengamati Minho yang sedang bermain
basket. Aaaarrrggghhh……. Kenapa dia harus melihat Minho seperti ini lagi. Sudah
sekian lama Andrea mencoba melupakan pria itu, namun ia tak bisa. Akhirnya ia
menyerah, dan membiarkan perasaan itu tinggal di hatinya.
Tapi…. Andrea juga
melihat Kris. Ooohhhh…. Kris. Kenapa Andrea seakan teringat dengan pekerjaannya
mengingat-ingat ‘sesuatu’ lagi? Andrea juga seperti mendapat cahaya lebih
terang menuju ke ingatannya tentang ‘sesuatu’ itu.
Braaakkkk….
Praaaaang….
Kris
menembakkan bola ke keranjang, namun tidak tepat sasaran. Hingga bolanya
memantul ke tempat lain. Saking kerasnya, bolanya mengenai pot bunga yang
digantung hingga potnya pecah. Aakhhh, akhirnya Andreane mengingat semuanya. Ia
telah kembali ke ingatannya tentang ‘sesuatu’ itu.
“Aaarrgghhhh…..
Lagi-lagi kau itu Kris! Kau sendiri yang harus mempertanggung jawabkannya.
Cepat ambil bolanya.” Ucap salah satu dari mereka yang bermain basket bersama
Minho dan Kris. Hey, ada apa ini? Memang benar Kris yang memecahkan potnya,
tapi kenapa mereka tidak ikut bertanggung jawab. Aaaakkkhhh, kenapa pula Kris
hanya mengangguk menanggapinya. Andreane marah dalam hatinya sendiri.
Kris
berlari menuju pot yang telah dipecahkannya tadi. Dia mengambil bolanya dan
kembali lagi ke lapangan, dia lempar bola itu ke orang yang telah menyuruhnya
tadi. Setelah itu dia berlari menuju pot tadi, bermaksud ingin membersihkannya.
Tapi setelah berada dalam jarak 5 meter dari pot itu, Kris hanya berdiri
mematung sambil mengatur nafasnya karena berlari tadi. Kenapa gadis itu tak
datang membantunya lagi. Aaaarrgghhhh…. Pekerjaan ini akan terasa berat
tanpanya. Batin Kris. Kris pun berjongkok membersihkan pecahan pot yang telah
ia pecahkan.
Trap..
trap.. trap..
Langkah
kaki Andrea yang mendekati Kris tidak terlalu jelas saking ramainya tempat itu.
Kris
yang sedang berjongkok, melihat sepasang kaki jenjang berdiri di depannya. Kris
pun mendongakkan kepalanya, mencari tau siapakah pemilik kaki jenjang itu.
Andreane… Dia tersenyum padanya dan berhasil membuat hatinya girang. Hati Kris
seakan bersorak melihat kedatangan Andrea. Akhirnya kau datang juga, ucapnya
pada Andreane dalam hati.
“Jadi,
kau lelaki yang sama dengat saat itu?” ucap Andrea diikuti senyum malaikatnya.
“Ne…
Dan kau gadis yang sama dengan saat itu.” Kris pun tersenyum pada Andrea.
Andrea pun ikut berjongkok dan membantu Kris membersihkan pecahan pot tadi.
“Maaf,
telah melupakanmu.” ucap Andreane di tengah-tengah kesibukan mereka
membersihkan.
“Maksudmu?” tanya Kris.
“Maksudmu?” tanya Kris.
“Maaf
karena aku lupa pernah bertemu denganmu. Aku… melupakanmu begitu saja..” ucap
Andrea.
“Ooohhh
itu… Gwenchana.. Tidak penting juga untuk diingat.” Andrea tersenyum mendengar
perkataan Kris. Aaahhhh… berada di dekat lelaki ini membuat hatinya senang.
----------
“Yogi..
Kau pasti membutuhkannya.” Ucap Andrea sambil mengulurkan sapu tangan pada
Kris.
“Uhm..
Ini milikku..” ucap Kris sambil tersenyum.
“Neee…
Mian, aku lupa mengembalikannya padamu.” Ucap Andrea.
“Hhhm..
Gwenchana.” Kris menerima sapu tangannya dan memasukkannya ke saku celananya.
Andrea hanya melihat tingkah Kris dengan bingung. Kenapa tidak ia gunakan untuk
membersihkan tangannya? Kris mengambil sapu tangan miliknya yang lain, dan
diulurkannya pada Andrea.
“Oohhh…
Ani.. Kali ini aku membawa milikku. Gomawo..” ucap Andrea pada Kris. Okey, Kris
menyerah. Dia pun menggunakan sapu tangan itu untuk membersihkan tangannya
sendiri. Andrea pun melakukan hal yang sama.
“Uuuhhhmmm..
Kau sudah makan siang?” Kris bertanya pada Andrea.
“Hhhm..
Belum.”
“Kalau
begitu. Kau mau makan bersamaku?”
“Euung..
Ne, tentu.”
----------
“Jadi,
kau tidak sedang kuliah? Lalu, untuk apa kau ke SOPA?” tanya Andrea sambil
menusukkan garpunya ke samgyeopsolnya.
“Aku
ingin menemui temanku, Amber. Dan kebetulan, aku bertemu dengan teman-teman
klub basketku dulu.” ucap Kris.
“Amber?
Gadis tomboy itu temanmu? Waw!”
“Uhm..
Kau mengenalnya?” tanya Kris pada Andrea sambil menelan makanannya.
“Tentu.
Dia adalah Sekretaris OSIS di sekolahku dulu..” jawab Andrea.
“Hhhhmm..
Yeee.. Meski bahasa Korea-nya sedikit kacau, tapi Amber tipe orang yang ramah.
Jadi, banyak yang dekat dengannya.” Ucap Kris.
“Hhhmm..
Ne.. Ke-tomboy-annya membuatnya mudah dekat dengan lelaki. Tapi meski begitu,
tak sedikit pula teman wanitanya.” ujar Andrea.
“Ne…”
Kris hanya berkata itu dan mengangguk karena dia sedang mengunyah makanannya.
“Uuuhhhmmmm….
Kalau kau? Apa kesibukanmu saat ini?” tanya Kris pada Andrea setelah ia menelan
makanannya.
“Tidak
ada.. Tapi, saat ini aku sedang menyukai mendengarkan cerita-cerita orang
melalui majalah.”
“Cerita?
Majalah?” tanya Kris sedikit bingung.
“Nee..
Aku dan Jessica mempunyai pekerjaan menjadi redaksi Majalah elektronik. Kami
menerima berbagai cerita dari orang lain, dan mengepost cerita mereka yang
bagus ke Majalah kami. Uhhhmm… Kalau kau punya cerita bagus, kau bisa
mengirimkannya ke e-mail kami. Nanti akan ku sms-kan alamatnya ke nomormu.”
ucap Andrea.
“Memangnya
kau tau nomorku?” ucap Kris sambil menaikkan sebelah alisnya.
“Tidak..
Tapi aku bisa bertanya oppa-ku..”
“Aaahhhh…
Yeee…. Benar juga.” Kris mengangguk-angguk.
“Lalu…
kenapa kau bisa berteman dengan Chanyeol oppa dan Minho oppa?” tanya Andrea.
“Dulu..
Kami satu sekolah. Bukankah dulu Chanyeol bersekolah di China?” ucap Kris.
“Hhhhmmm…
Ne… Chanyeol oppa, Minho oppa, dan Siwon oppa memang pernah bersekolah di
China. Lalu, siapa Tao?”
“Dia
adik kelas kami. Saat itu, aku, oppa-mu, dan Minho, masih kelas 2 SMA. Siwon
hyung kelas 3. Dan Tao kelas 1. Kami tinggal di apartemen yang sama. Aku dan
Tao menempati apartemen yang berada di depan apartemen oppa-mu. Saat itu,
oppa-mu, Minho, dan Siwon tinggal dalam satu apartemen. Tapi, kadang-kadang
oppa-mu, Minho, atau Siwon juga menginap di apartemenku. Atau malah aku dan Tao
yang menginap di apartemen oppa-mu. Yaaahhhh…. Kita berlima sangat dekat. Tapi
setelah Siwon hyung lulus SMA dan meneruskan kuliahnya kembali ke Korea, kita
jadi jarang bertemu. Dan setelah kita lulus, hanya tinggal aku dan Tao yang
masih bersama. Oppa-mu meneruskan kuliahnya di Jepang, dan Minho meneruskan
kuliahnya di Perancis. Aaaakkhhhh…. Tapi sekarang akhirnya kita bertemu lagi.”
cerita Kris panjang lebar.
“Uuhhhm,
tidak juga. Tao belum bertemu Chanyeol oppa, Minho oppa, dan Siwon oppa. Oh..
yaa… Memangnya, ada urusan apa pula kau kembali ke Korea?”
“Papa-ku
sedang ada bisnis di Korea. Dan aku ikut membantunya di sini.” Ucap Kris.
“Jadi
kau juga sudah bekerja? Berarti tinggal Minho oppa saja yang masih kuliah. Oya,
bagaimana dengan Tao?”
“Dia
juga masih kuliah. Masih ada 2 semester yang harus dia lalui.”
“Tapi...
Kenapa Minho oppa juga masih kuliah? Bukankah kalian berempat mengambil jurusan
sama. Apakah hanya karena kalian kuliah di negara berbeda, juga mempengaruhi
waktu kuliah kalian?” tanya Andrea polos.
“Ya..
Kita memang mengambil jurusan yang sama. Tapi, awalnya Minho dan Tao mengambil jurusan
di bidang visual dan entertainment. Tao masih di bidang itu sampai sekarang,
tapi Minho, setelah dia kuliah di bidang itu selama 2 semester, dia berhenti
dan mengulang, mengambil bidang management seperti aku, oppa-mu dan Siwon hyung.”
Ucap Kris.
“Oooohhhh….
Jadi begitu..” ucap Andrea sambil mengangguk-anggukkan kepalanya seakan
mengerti penjelasan Kris. Dan Kris hanya tersenyum melihat tingkah gadis di hadapannya
saat ini.
“Yaaaa….
Kalian sudah lama di sini?” tanya Minho yang tiba-tiba datang.
“Oh..
aniyo. Baru saja.” Ucap Andrea berbohong pada Minho.
“Tidak.
Kami sudah lama berada di sini.” Kris membenarkan ucapan Andrea. Andrea menatap
tajam Kris dengan tatapan ‘apa yang baru saja kau lakukan?’. Dan Kris menatap
Andrea dengan tatapan ‘kenapa kau menatapku seperti itu?’.
“Ooohhh…
Benarkah? Bolehkah aku bergabung?” ucap Minho.
“Tentu..”
ucap Andrea pada Minho.
“Tadi
kalian berbicara apa? Kenapa kalian terlihat asik?” tanya Minho.
“Berbicara
banyak hal.. Hhhhmm, kelasmu sudah selesai?” ucap Kris sedikit jutek.
“Hhmm..
Yeee.. Kelasku hari ini sudah selesai. Euuung, Andrea.. Apakah setelah kuliah
hari ini kau ada acara?” tanya Minho. Kris menatap Andrea penasaran dengan
jawabannya.
“Uuhhm,
kelas terakhirku berakhir pukul 3. Setelah itu aku juga sudah tidak ada acara.”
Jawab Andrea. Aaakkhhh… Kali ini Kris terlambat satu langkah. Seharusnya dia
yang menanyakan itu dulu. Kris menggerutu dalam hati.
“Kalau
begitu, maukah kau hari ini jalan bersamaku?” tanya Minho to the point.
“Yeee…
Of course..” Andreane terlihat sangat senang. Dan Kris hanya mengerucutkan
bibirnya.
----------
“Aaahhhh…
Lelah juga membaca cerita ini. Hhhmm… setidaknya mendengar cerita mereka
membuat penatku sedikit hilang. Tapi, masih banyak e-mail yang belum aku baca.
Ahhhh, biar Jessica saja yang meneruskannya. Aku sudah lelah..” Ucap Andreane
sambil memainkan laptop di depannya.
“Ah!
Kris..” Andrea langsung melompat dari tempat tidurnya, dan berlari menuju kamar
oppa-nya.
“Opppaaaaaa!!!!!!”
“Yaaa…
Kau mengagetkanku saja.” Ucap Chanyeol yang sedang merapikan rambutnya di depan
cermin.
“Ah,
mian oppa. Aku lupa mengetuk pintu.”
“Yeyeye..
Ada apa?” ucap Chanyeol yang masih merapikan rambutnya.
“Oppa,
apa kau baru selesai mandi? Memangnya kau baru pulang? Bukankah kau pulang
pukul 9?”
“Hhhmm..
Ye, aku baru selesai mandi karena aku juga baru saja pulang. Tadi, aku sedang
makan malam di luar bersama seseorang. Makanya aku baru pulang… Ya, ada apa kau
berteriak mencariku?”
“Ooohhh…
Euuung, oppa. Apa aku boleh meminta nomor ponsel Kris?” ujar Andrea.
“Tentu..
Sebentar..” Chanyeol mengambil ponselnya dan kemudian mencari nomor Kris.
“Aahhh..
Ini dia..” Chanyeol memberikan ponselnya pada Andrea, lalu Andrea pun menyalin
nomor Kris ke ponselnya.
“Ya,
memangnya sejak kapan kau menjadi dekat dengan Kris? Bukankah dulu kau benci
kedatangannya, karena telah mengganggu acara makanmu?” goda Chanyeol.
“Ah,
sebelumnya aku pernah bertemu dengannya di kampus. Tapi aku lupa jika aku
pernah bertemu dengannya. Tapi, hari ini kami bertemu di kampus lagi dengan
kejadian yang sama dengan saat itu, makanya hari ini kami mengobrol sedikit
banyak.” Ucap Andrea.
“Ohhhh
begitu. Jadi kalian sekarang sudah dekat? Jadi, sekarang kau mulai menyukai
berada di dekatnya? Sampai-sampai kau meminta nomor ponselnya.” Chanyeol masih
saja menggoda Andrea.
“Yaaa… Oppa ini kenapa sih. Aku
sudah berjanji padanya akan memberitahu alamat e-mail Majalahku padanya oppa.
Jadi, bukan karena apa-apa.” Andrea mengelak.
“Waw! Perkembangan kedekatan
kalian pesat sekali. Bahkan dia mengetahui kalau kau redaksi Majalah
elektronik. Hahahaha… Daebak.. daebak..” Chanyeol masih saja menggoda Andrea.
“Aarrgghhh… Terserah oppa mau
berkata apa. Ini ponselmu oppa. Gomapta..” Andrea meletakkan ponsel Chanyeol di
atas meja, kemudian berjalan keluar kamar Chanyeol dengan bibirnya yang
mengerucut.
“Yaa… Andreane… Changkanman..”
teriak Chanyeol.
“Waeee…” ucap Andreane sambil
memegang gagang pintu, tanpa menolehkan kepalanya ke Chanyeol.
“Uhhmm.. Aku setuju jika kau
dengan Kris. Aku sangat menyetujuinya.” nada bicara Chanyeol kali ini terdengar
serius.
“Mworagu oppa?” tanya Andrea yang
masih bingung dengan ucapan Chanyeol.
“Uuuhhhmmm, dia, Kris. Asal kau
tau, dia berbeda dari lelaki lain. Dan aku percaya padamu, kau nantinya akan
lebih memahami dirinya dari pada aku sahabatnya sendiri. Kau pasti akan
menemukan dirinya yang sebenarnya suatu saat nanti…” ucapan Chanyeol tidak bisa
dimengerti Andrea. Tapi Andrea yakin, setiap perkataan dari oppanya akan
mengandung sesuatu yang berguna baginya. Andrea, masih mematung di depan pintu.
Mencoba mencerna setiap kata dari ucapan Chanyeol.
“Ahhh.. sekarang cepat kembali ke
kamarmu. Mungkin saat ini Kris menanti sms-mu.” Ucap Chanyeol sambil merapikan
selimutnya.
“Ah, neee… Jaljayo oppa..
Saranghae..” ucap Andrea sambil menutup pintu.
“Yeee.. Nado..” balas Chanyeol.
-----------
“Apa yang sebenarnya oppa maksud?
Kenapa tiba-tiba dia berkata seperti itu? Aaahhh… Mollayo..” Andrea bergegas
kembali ke kamarnya.
“Oh, Kris. Aku lupa.. Aaarrgghhh…
Ini gara-gara kau. Gara-gara kau Chanyeol oppa menjadi berbicara yang tidak
jelas, yang tak ku tau apa maksudnya. Aaakkhhh…” Andrea mengeluarkan ponselnya
dan mengetik sms pada Kris.
Apa kau sudah tidur? Maaf baru mengirimimu pesan.
~Andrea~
Oh, kau kemana saja? Kenapa baru
mengirim pesan?
Ahh.. Mianhae.. Aku tadi sedang mengedit beberapa
surat dari pembaca, untuk di post di Majalah. Memangnya, kau menunggu sms
dariku yaaa? Ayooo… Mengaku sajalahhh..
Yeyeye… Aku memang menunggu sms
dari mu seharian ini. Bagaimana date mu dengan Minho?
“Kenapa
dia malah bertanya itu? Aaakkhh…” ucap Andrea.
Uuuhhhm, itu rahasia.. :P Euuung, oya. Ini alamat
e-mail yang sudah aku janjikan padamu hari ini. (xxxxxxxxxxx) Uhm, kau juga
bisa membuka web Majalah-nya (www.xxx-xxxx-xxx.com) ^^
Setelah
Andrea mengirim pesan itu, Kris tidak membalasnya.
“Aaahhh…
Apa dia sudah tidur? Memangnya, ini sudah jam berapa?” Andrea melihat jam di
kamarnya.
“Omona…
Sudah jam 12.30. Pantas dia tak membalasnya. Ahhh, mungkin dia sudah ketiduran.
Hhhhmmm… Ya sudahlah. Bukankah dia besok akan membantu papa-nya di kantor.
Euuung, gwenchana.. Kalau begitu aku juga lekas tidur.” ucap Andrea yang
berusaha meyakinkan hatinya untuk tidak menunggu sms balasan dari Kris. Tapi
jika nanti Kris membalas pesannya, sedangkan dia sudah tidur, kasian juga Kris.
Aaaakkhhh, sudahlah. Ini sudah malam, dia pasti juga sudah tidur. Andrea masih
berusaha meyakinkan hatinya untuk tidak menunggu sms balasan dari Kris.
Bling..
bling.. bling..
Ponsel
Andrea berbunyi, tanda ada satu pesan masuk.
Aahhhh… Aku baru saja
mengirimkan ceritaku melalui e-mail. Aku juga sudah membuka web-nya. Kau!!!
Daebak.. Aku menyukai web-mu. Mulai sekarang, aku akan menjadi pembaca setia di
Majalahmu. ^^
“Yaaa…
jadi dia belum tidur. Jadi dia tadi sedang mengirim ceritanya. Aaarrghhh…
Menyebalkan. Seharusnya dia bilang dulu kalau ingin mengirim ceritanya. Aku
jadi tidak bingung seperti tadi. Haaaa… Rasakan sekarang. Saat ini, giliranku
balas dendam. Selamat menanti balasan pesanku. Karena aku ingin melihat
ceritamu dulu. Wkwkwkwk… Memangnya, sebagus apakah ceritamu?” Andrea berbicara
sendiri dengan ponselnya. Seakan ponsel yang sedang digenggamnya saat ini
adalah Kris.
Andrea
pun membuka laptopnya dan membuka e-mail masuk di e-mailnya. Tapi, kenapa tidak
ada yang bernama Kris? Aaaarrgghhh… Sebenarnya, Kris sudah mengirim e-mail atau
belum? Kenapa tidak ada e-mail masuk dari orang yang bernama Kris?
“Aaaakkhhh…
Apa dia sengaja mengerjaiku. Sebenarnya, apa nama ID-nya?” Andrea kembali
meneliti setiap e-mail masuk yang ada. Euuung, ada satu nama yang asing
baginya. ‘Wu Yi Fan’. Uuhhm, sepertinya pemilik e-mail ini bukan orang Korea.
Andrea belum pernah mengetahui ada orang Korea yang bernama Wu Yi Fan. ID-nya
juga tidak ditulis menggunakan Hangul. Aaakhhh… Akhirnya Andrea membuka e-mail
dengan ID ‘Wu Yi Fan’ tersebut.
Salam
kenal dari-ku, Wu Yi Fan.
Aku
pembaca baru di Majalah ini. Tapi, aku akan menjadi pembaca setia mulai dari
sekarang.^^ Ini adalah pertama kalinya aku berbagi cerita melalui Majalah elektronik.
Jadi, maaf bila ceritaku tak menghibur kalian. Baiklah langsung saja…
Cerita itu berawal ketika aku
baru datang dari China untuk kembali ke Korea. Saat itu, aku sedang bad mood
karena aku baru saja ditelfon papa-ku untuk ikut dengannya ke Korea. Aku
ditugaskan papa-ku untuk membantu pekerjaannya di Korea. Bukannya aku membenci
Korea. Tapi, aku pernah mempunyai kenangan buruk dengan seseorang di Korea.
Yahhh… Tak perlu kuceritakan masalah ini. Yang ingin aku ceritakan adalah,
Korea seakan bukan kenangan buruk lagi bagiku, setelah aku bertemu dengan
seorang gadis. Ya… Dia berhasil membuatku merubah pandanganku tentang Korea
selama ini.
Jadi, awal pertemuan kami
adalah di salah satu restoran di kawasan Seoul. Saat itu aku sedang pergi
seorang diri untuk minum dan mencoba menghilangkan bad mood-ku. Tapi bad
mood-ku tak kunjung reda, hingga akhirnya aku melihat seorang gadis dengan
wajahnya yang manis. Euuung, ya.. Itu pendapatku saat pertama kali melihatnya.
Semoga, dia tidak besar kepala bila mendengar pujianku kali ini.
Gadis itu sedang menyanyi di
atas panggung. Yaa… tempat yang kudatangi saat itu memang memiliki panggung di
sebelah kanan bar. Aku yang saat itu
duduk seorang diri di bar, merasa jarak kami begitu dekat. Aku… menjadi leluasa
melihatnya.
Saat dia mulai bernyanyi, suara
gadis ituuu… Kenapa hatiku seperti ini mendengar suaranya? Kuperhatikan gadis
itu saat bernyanyi. Suaranya biasa saja, tapi kenapa... Yeah, memang suaranya
bagus, tapi suaranya tidak seindah milik Celine Dion atau penyanyi yang lain.
Suara Zhang Liyin lebih indah dari suaranya, menurutku… Tapi, kenapa seakan-akan
mendengarnya bernyanyi seperti ada kenikmatan tersendiri. Aaaakkkhhh…. aku
seakan terhipnotis dengan suaranya. Mataku seakan terkunci, hanya melihat pada
dirinya. Tapi, pertemuan kami saat itu terlalu singkat. Setelah dia selesai
bernyanyi, dia kembali ke mejanya bersama teman-temannya. Aaakkhhh… jika sudah
seperti ini, aku tak berani memandangnya lagi. Bisa-bisa aku nanti di kira
pemuda mesum, karena terus-terusan memandangnya. Hahahaha…
“Hahahaha… Jadi… Kau juga lelaki
di bar saat itu? Aaaakkhhh… Bagaimana kau masih mengingat semua itu?” ucap
Andrea. Kemuadian ia melanjutkan membaca e-mail itu.
Tapi, ternyata seakan Tuhan
mendengar isi hatiku. Suatu hari, di saat aku berencana untuk menemui sahabat
lamaku di Universitas tempatnya belajar, aku bertemu lagi dengannya. Yaa… saat
itu, aku dan teman-temanku sedang bermain basket. Dan di saat sedang asik
bermain basket, tiba-tiba saja tembakanku meleset dan berhasil memecahkan
sebuah pot. Ooohhh… awalnya kukira nasibku hari itu sedang sial. Tapi ternyata
sebaliknya.
Saat itu, aku ingin mengambil
bola basketku dan bermaksud mempertanggung jawabkan perbuatanku. Saat itu,
bolaku terlempar hingga ke lantai dua. Jadi aku harus ke sana untuk
mengambilnya. Dan setelah aku tiba di sana, aku melihat seorang gadis memegang
bolaku. Sepertinya dia juga sedang kebingungan mencari pemilik bola itu… Aku
bilang padanya untuk mengambil bolaku kembali. Ternyata, gadis itu adalah gadis
yang sama dengan yang kutemui saat di bar. Setelah itu aku kembali ke lapangan,
dan kuberikan bolaku ke teman-temanku. Biarkan mereka melanjutkan bermain dulu
tanpaku. Aku belum selesai dengan urusanku. Setelah itu aku kembali ke lantai
dua, gadis itu masih di sana. Ooohh… syukurlah dia belum pergi. Aku bertanya
padanya, apakah dia baik-baik saja. Mungkin saja, saat bolaku mengenai pot
tadi, dia terkena atau malah terluka. Tapi syukur, dia bilang kalau dia
baik-baik saja. Kemudian, dia mengingatkanku pada kejadian pot pecah. Ooohhh…
yeyeye.. aku pasti membersihkannya. Aku pun berjongkok untuk membersihkan
pecahan pot itu. Tapi, gadis itu ikut berjongkok dan membantuku membersihkan
pecahan potnya. Aku bilang padanya untuk tidak usah membantuku. Tapi dia
memaksa, oohhh… baiklah. Aku juga tidak menolak. ^^
“Hey.. bukan memaksa. Tapi aku
kasian melihatmu dibegitukan temanmu. Aaaakhhh… kau terlalu besar kepala,
Kris.” Andreane tertawa sendiri membaca cerita Kris.
Setelah pekerjaan membersihkan
pecahan pot itu selesai, aku melihat tangan lentiknya kotor karena terkena
tanah saat membersihkan tadi. Aku mengambil sapu tanganku dan kuberikan
padanya. Tapi dia menolak, dia bilang kalau dia sudah mempunyai sapu tangan sendiri.
Akhirnya dia mencari sapu tangannya di tasnya. Sepertinya sapu tangannya tidak
di sana, karena dia juga mencari di sakunya. Uhhhm, sepertinya dia tidak
membawa sapu tangannya. Aku ulurkan kembali sapu tanganku padanya. Akhirnya dia
menerimanya. Dia meminta maaf padaku karena katanya, dia telah mengotori sapu
tanganku. Ahhh… justru sebaliknya, aku seharusnya berterimakasih padanya,
karena telah membantuku membersihkan pecahan pot tadi. Kemudian, aku bertanya
padanya, siapakah namanya. Dan saat dia ingin menjawabnya, seorang temannya
memanggilnya. Yahhh… meski bukan dia sendiri yang menjawab pertanyaanku,
setidaknya, setelah temannya itu memanggil namanya, aku jadi tau siapakah
namanya. Aaaarrrgghhh... Sayangnya, setelah temannya memanggilnya, dia buru-buru
pergi. Dan kami belum sempat berbicara banyak. Tapi, setidaknya ada kemajuan.
Dan memang, Tuhan sepertinya
berpihak padaku. Sejak pertemuan terakhir kita saat itu, aku bertemu lagi
dengannya untuk yang ketiga kalinya. Saat itu, aku berencana makan malam
bersama teman lamaku. Kami bertemu di restaurant XXX, saat itu dia datang
bersama teman lamaku. Awalnya kukira dia adalah pacar temanku, tetapi aku
salah, ternyata dia adalah adik temanku. Aaarrgghhh.. lagi-lagi aku beruntung.
Setelah pertemuan kita yang ketiga itu, untuk pertemuan selanjutnya, aku tidak
akan menyia-nyiakannya begitu saja. Yaaa… aku tidak akan menyia-nyiakannya
begitu saja.
Aaaarrgghhhh… akhirnya selesai
juga ceritaku ini. Maaf jika ceritaku tidak terlalu menarik. Karena ini adalah
pertama kalinya aku menulis cerita, dan berbagi melalui Majalah. Aaakkhhh… aku
juga lelah mengetiknya. Tapi semoga kalian tidak lelah membacanya.
Gomawo sudah mendengar
ceritaku.
Sampai jumpa di ceritaku yang
lain.. Wo aini.. ^^
“Aaaakkkhhh… Kris.. Harus bagaimana
aku? Aku malu..” Andrea tersenyum dan tertawa sendiri karena membaca e-mail
dari Kris.
Dia juga bingung harus bagaimana. Dia benar-benar malu saat ini. Dia
tak menyangka Kris juga suka bertemu dengannya. Diambilnya ponselnya, kemudian
mengetik pesan pada Kris.
Kris,
kau sudah tidur? Aaarrgghhh… kau tak perlu membalasnya jika sudah tidur.
Ceritamu.. Aaakkhhh… aku tak tau harus berkata apa. Euuung, maaf telah
membuatmu terpesona padaku. Wkwkwkwk.. ^^
“Yaaa.. kenapa aku mengirim pesan
seperti itu padanya. Aahhh.. pabo! Jika Kris mengira kau besar kepala
bagaimana? Iya jika Kris memang terpesona padamu. Jika tidak, matilah kau
Andreaaa….” Andrea mengutuk dirinya sendiri. Karena dengan PD-nya dia mengirim
pesan seperti itu pada Kris.
Hahahaha…
Aku belum tidur... :-) Bagaimana bisa kau se-PD itu Andrea? :o Wkwkwkwkwk ^^
Hhhmm.. tapi aku senang bisa bertemu dengan gadis sepertimu. Gomawo.. :-)
Ha?
Gomawo? :o Untuk apa? O.O
Karena
kau telah hadir di hidupku.. :-)
.......
^^ ..... :-)
-----------









kris gege .... makin cinta deh ^^ *oh oh oh oh oppareul saranghae * kkkk~
BalasHapusbwt minho nanti ga usah gangguin hubngnya andrea sm kris ya...
chanyeol sm taeyeon dong! please bgt ! wkwkw XD
si minho juga cariin pasangan tuh kasian! wkwkwk XD
itu aja,,, tambah unyu aja deh picts nya u,u
keep fighting yeah ~
wkwkwkwk.. iya, aku jga makin cnta sma kris ^^
Hapushahahaha, minho emang suka'y gitu.. suka gangguin orang lain.. :)
wkwk, ya lihat aja ntar. bwt yg part 4 aja masih bingung ni main cast'y mau di apain. ya nnti klo main cast'y udah punya feel bwt part 4'y, otomatis ntar yg cast lain'y jga bkal di ceritain. meski gk sbanyak main cast.. :)
minho?? ya nnti andrea milih yg mna dulu.. klo milih minho, ya gk usah di cariin lgi. tpi klo andrea milih kris, baru minho di cariin pasangan'y.. mungkin ntar aku yg jadi psangan'y minho.. wkwkwk *ngarep* xD
wkwkwk... mkasih ya.. khan sbagian pick'y aku copas kamu.. wkwk mkasih lo yaaa..
siip. di tunggu next part'y.. ^^
kyaa~ kris so sweet :3 love at first sight kakakaka XD kyknya si minho pernh mlakukan sesuat ke andrea y? ._.
BalasHapusoya yg sms kris it jng hijau y? warnany agak ga keliatan hehe .__.v
iya.. kris so sweet, mkin cnta deh ama abang kris.. ^^
Hapushah? :o melakukan sesuatu? emang apa? :o ya lihat ajja ntar, ada apa antara minho sma andrea :)
wkwkwkwkwk.. iya. nnti di edit jdi biru deh.. wkwk, biar ntar bisa kliatan jelas..
gomapta ^^