korean sky

korean sky

Jumat, 25 Mei 2012

[Part 1] Cherry Blossom Love



Author : Jung Yerin (Moza D.A.)

Main Cast:
-Seo Joo Hyun as Andreane Park
-Wu Yi Fan as Wu Yi Fan (Kris)
-Choi Minho as Choi Minho


Other Cast:
-Park Chanyeol
-Kim Taeyeon
-Kwon Yuri
-Jung Jessica


STORY
                Pukul 18.20. Seorang gadis berjalan masuk ke sebuah kedai kopi yang bertengger di jalanan Seoul. Dentingan bel yang sengaja diletakkan di atas pintu itu terdengar saat gadis itu membuka pintu. Dia pun menuju meja yang berada di dekat jendela kaca. Menurutnya itu adalah tempat yang pas. Dia pun meletakkan sebuah kotak yang sengaja dibawanya –berisi kue ulang tahun– di tengah-tengah meja. Seorang pelayan datang ke mejanya untuk menanyakan pesanannya.
                “Aku pesan Espresso..” ucapnya tanpa membuka menu yang disodorkan pelayan itu.
                “Ne, akan kami antar pesanan anda segera..” ucap pelayan itu ramah.
                Pelayan itu pun pergi meninggalkannya setelah mencatat pesanannya. Kini, dia hanya perlu menunggu kedatangan ‘seseorang’.
                Sabar..
                Ya, gadis itu menanti ‘seseorang’ itu dengan sabar.
                Pukul 18.43. Yang dinantinya belum juga datang. Mungkin ‘seseorang’ yang ditunggu itu masih sibuk dengan urusannya. Dia kembali meneruskan pekerjaannya –menunggu.
                Pukul 19.34. Ia melirik ke pintu kedai. Masih belum terlihat kedatangan ‘seseorang’ itu. Dia menghela nafas dan menghembuskannya dengan keras. Ia mengeluarkan ponsel dan menatap benda kotak itu. Dia menggigit bibirnya dan keningnya berkerut, dia berpikir untuk menelpon ‘seseorang’ itu. Tetapi, dia malah melempar ponselnya ke meja. Mungkin ‘seseorang’ itu benar-benar sibuk, sehingga dia belum juga datang –pikirnya.
                Pukul 20.58. Kedai sudah mulai sepi, pelayan-pelayan telah sibuk membersihkan meja, tapi yang dinantinya belum juga datang. Dia menghela nafas dengan berat berulang-ulang dan mengetuk-ngetuk ponselnya dengan telunjuknya. Cepatlah datang– batinnya..
Setia..
                Gadis itu menantinya dengan setia.
Pukul 22.02. Ruangan itu sudah sepi sejak satu jam yang lalu. Tetapi gadis itu –Andreane Park, masih setia menunggu ‘seseorang’ yang sudah dinantinya sejak tadi.
“Maaf aghassi, tapi kedai akan segera kami tutup.” Ucap seorang pelayan padanya.
“Uhm, ne..” ucap Andreane pada pelayan itu.
Dia memandang kotak yang dibawanya itu dan menariknya mendekatinya. Sulit baginya untuk berdiri. Tapi dia segera tersadar bahwa dia harus segera pergi.
Andreane pun keluar dari kedai itu dengan hati yang dipenuhi rasa kecewa pada seorang namja yang ditunggunya – Wu Yi Fan. Dia berjalan entah kemana seperti orang linglung. Bahkan dia sempat beberapa kali menabrak orang saat berjalan.
“Aghassi, ponsel anda ketinggalan.” teriak seorang pelayan dari kedai itu.
Tapi yang dipanggil sudah pergi. Sudah terlanjur jauh untuk dikejar.
Yang kehilangan ponsel pun tak sadar ponselnya tertinggal. Pikirannya saat ini sedang dipenuhi oleh bayang-bayang Kris. Tak dihiraukan lagi sekelilingnya. Pandangannya kosong dan menatap lurus ke depan. Kakinya berjalan tanpa tujuan. Tak sadar bahwa hatinya menuntunnya menuju ke suatu tempat. Tempat persembunyiannya. Di sebuah danau yang dipenuhi dengan pohon-pohon bunga sakura. Lalu ditumpahkannya segala sesuatu yang mengganjal di hatinya melalui air mata yang terus menganak sungai di pipinya. Bulir-bulir menyerupai kristal itu terus mendesak keluar dari matanya. Teringat kembali dengan peristiwa-peristiwa yang dialaminya di tempat itu.
FLASHBACK
                “Aaahhhh… Cerahnya pagi ini!” seru seorang gadis, berdiri menghadap ke jendela sambil tersenyum mengagumi indahnya dunia di pagi hari.
               “Nona, waktunya Anda sarapan. Presedir sudah menunggu Anda di bawah,” ucap seorang pelayan padanya.
                “Oh, ne. Aku akan segera ke sana,” balasnya.
                ----------
@Dining Room
                “Omma, Appa.. Annyeong…”
                “Aigo, putri appa yang cantik sudah datang rupanya.”
                “Ya.. Kau lupa denganku?”
                “Oh, mian Oppa. Annyeong Chan Oppa.”
                “Aaarrgghhh… Teganya kau lupa padaku.”
                “Hehehehe… Jebal, mian Oppa.”
“Sudah-sudah. Ayo cepat duduk, dan habiskan sarapanmu. Omma sudah lapar.”
                “Neee…”
                Suasana jamuan sarapan kerajaan yang terasa hangat. Canda tawa selalu menghiasi jamuan kali itu.
                Andreane Park. Seorang gadis berusia 19 tahun peranakan Korea-China, dan putri dari Presedir SM Group –Park Sanghi, pemilik pabrik elektronik yang berpusat di 5 Negara, Korea, Jepang, China, Singapura dan Jerman. Berwajah cantik dan berperilaku anggun, tubuhnya tinggi langsing, dan terbilang kurus dari gadis pada umumnya. Dia menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan bunga, menari, dan menyanyi. Orang tuanya menyekolahkannya di sekolah khusus wanita. Maka tak heran jika dia tidak memiliki teman lekaki.
                Dia mempunyai seorang kakak bernama Park Chanyeol. Lelaki berusia 23 tahun, berwajah tampan, bertubuh tinggi dan tegap. Hhhmm, tipe suami idaman. Dia menyukai segala sesuatu yang berbau musik, terutama aliran Rap. Tapi sayang, ia dituntut untuk belajar meneruskan bisnis ayahnya. Yaaahhh, lelaki itu sungguh berpikir dewasa. Tak pernah egois dalam berikap. Dia menyadari kedudukannya, maka dari itu dia tidak memaksakan kehendaknya dalam bidang music. Dia sadar bahwa kelak ia tetap harus meneruskan bisnis ayahnya.
                “Andreane, Chanyeol. Apakah malam ini kalian tidak ada janji?” ucap Park Sanghi tiba-tiba.
                “Uhm, aniyo. Malam ini aku tidak ada jadwal apapun.” Jawab Andreane.
                “Ya, aku juga. Memangnya ada apa appa?” tanya Chanyeol.
                “Malam ini, appa akan ada undangan untuk datang ke acara makan malam bersama dengan rekan bisnis appa. Dia mengundang kita sekeluarga. Jadi, appa harap kalian bisa ikut bersama kita untuk menghadiri undangan itu.”
                “Ne, omma sudah harap kalian tidak mengecewakan mereka.”
                “Jadi, apa kalian mau?”
                “Uhm, tentu.” Jawab Andreane mantap.
                “Ne, memangnya jam berapa acaranya appa?” tanya Chanyeol.
                “Sekitar jam 8 malam. Jadi, jangan sampai kalian terlambat.”
                ----------
@Andreane’s School
                “Yaaaaa!!!!!! Andreane!!!!!!!” panggil seorang gadis.
                “Oh, Taeyeon.” Seru Andreane.
                “Aaarrgghhhh…. Capeknya berlari. Ayo kita ke kelas.”
                “Yaaaa!!!! Jjangkanman! Andreane! Taeyeon!” Andreane dan Taeyeon yang baru berjalan beberapa langkah menghentikan langkahnya, ketika seorang gadis bertubuh tinggi memanggil mereka. Tapi di sebelahnya berdiri seorang gadis yang lebih tinggi.
                “Ya, Sica. Yuri. Kenapa kalian bisa datang bersama? Kalian juga baru datang.”
                “Ahhhh, maaf kita terlambat. Hehe, tadi aku harus mengambil buku catatanku di rumah Sica. Dan bodohnya lagi dia lupa meletakannya.”
                “Kau sendiri yang ceroboh. Bagaimana bisa bukumu tertinggal di rumahku. Salahmu sendiri!”
                “Aaarrgghhh…. Sudahlah. Ayo kita ke kelas.” Lerai Andreane.
                Kim Taeyeon, Jung Jessica, dan Kwon Yuri. Mereka adalah teman dekat Andreane sejak SD. Kim Taeyeon.  Anak ketiga dan putri kedua dari Kim Jong Heon, pemilik Perusahaan Corp, yang menaungi gedung-gedung pusat perbelanjaan dan hotel-hotel bintang lima di kawasan Seoul. Bertubuh lumayan tinggi –160 cm, dan memiliki tubuh yang paling ideal dari yang lain –Andreane, Jessica, Yuri. Dia sangat menyukai music. Maka wajar bila dia sangat berbakat dalam bidang itu.
                Jung Jessica. Anak kedua dari tiga bersaudara, dan putri pertama dari Jung Ho Nam, Presiden Korea Selatan. Bertubuh tinggi –166 cm, dan memiliki tubuh paling kurus dari yang lain –Andreane, Taeyeon, Yuri. Dia sangat suka membaca komik dan novel. Di mana pun dia berada, maka di situ akan ada komik dan novel yang menemaninya.
                Kwon Yuri. Putri dari Kwon Si Hoon, pemilik Perusahaan Cassie, yang menaungi pusat pariwisata Pulau Jaeju. Bertubuh tinggi –lebih tinggi dari Jessica, dan terbilang kurus. Dia menyukai belajar, karena itu dia akan selalu belajar dimana pun dia berada. Dia juga memiliki hobby memotret, dia akan selalu membawa kamera kesayangannya kemanapun dia pergi.
                ----------
                “Andreane, setelah pulang sekolah ayo kita ke rumahmu. Kita habiskan hari ini dengan menonton DVD di rumahmu.” ajak Yuri.
                “Ne, ayo kita nonton film I AM. Teman-teman twitter-ku bilang, film-nya sangat bagus. Meski hanya film documenter, kau akan menangis melihatnya.” sahut Jessica.
                “Uhm, mianhae. Malam ini appa mengajakku untuk menghadiri acara makan malam bersama rekan bisnisnya. Jadi, aku tidak bisa.” Jawab Andreane.
                “Apakah itu acara makan malam perjodohan untuk kakakmu?” tanya Taeyeon dengan sedikit bernafsu.
                “Aniyooo… Hanya makan malam biasa.” Jawab Andreane menyangkal ucapan Taeyeon.
                “Aiisshhh, kau itu. Jika itu memang perjodohan untuk kakak Andreane, apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan membawa kabur Chanyeol oppa?” kata Yuri.
                “Aniyooo… Hanya saja, sia-sia aku menyimpan rasa padanya selama ini.”
                “Hahahaha… Tidak ada yang sia-sia Taeyeon-ah.” Kata Jessica menghibur Taeyeon.
                “Aiiissssshhh, kalian apa-an sih. Akan kubilang pada oppaku bahwa kau menyukainya. Maka tidak akan ada yang dijodohkan dengannya. Jika seperti itu, masalah selesai bukan.”
                “Yaaa!!!! Kau gila apa. Jika seperti itu, aku sudah mengatakan bahwa aku menyukainya dari dulu. Aku tidak akan memendamnya dan berdiam diri selama ini Andreane.” Jawab Taeyeon.
                “Aaaakkkhhhhh!!!!! Sudahlah, ayo kita belajar lagi. Sebentar lagi Ujian masuk Universitas akan di buka.” Celetuk Yuri.
                Akhirnya yang lain mengikuti ucapan Yuri dan kembali belajar, meski dia yang awalnya memulai perbincangan itu.
----------
Malam harinya di hotel XXX, Andreane, Chanyeol dan tak lupa Tuan dan Nyonya Park Sanghi, menuju ke lokasi acara makan malam yang telah didiskusikan sebelumnya. Di lokasi, Keluarga Choi juga sudah menunggu kedatangan Tuan Park sekeluarga.
“Oh, silahkan duduk.” Ucap Tuan Choi pada keluaga Tuan Park.
“Ne.. Gamsahamnida.”
“Ya, Andreane. Ada apa?”
“Uhm, tidak ada apa-apa appa.”
                “Baiklah, silahkan duduk nak Andreane.”
                “Ne.. gamsahamnida eommonim.”

Andreane POV
                Keluarga Choi ternyata sudah menunggu di meja makan. Tuan Choi bersama dengan istri dan kedua anaknya… Omona. Minho oppa! Bagaimana dia bisa… Apakah dia anak Tuan Choi? Kenapa dunia terasa begitu sempit?
                “Ya, Andreane. Ada apa?”
                “Uhm, tidak ada apa-apa appa.”
                “Baiklah, silahkan duduk nak Andreane.” Ucap Nyonya Choi mempersilahkanku duduk.
                “Ne.. gamsahamnida eommonim.”
                “Baiklah, perkenalkan ini Choi Siwon anak pertama saya. Dia yang memegang kursi Manager perusahaan saat ini. Dan yang ini Choi Minho anak kedua saya. Dia masih kuliah. Dan kebetulan, dia akan meneruskan kuliah di Korea.”
                “Ne, saya sudah kenal dengan mereka berdua. Mereka berdua adalah teman anak saya Park Chanyeol. Dulu mereka sering bermain bersama, mereka juga sering menghabiskan waktu di rumah kami. Tapi semenjak nak Siwon menjadi Manager dan nak Minho meneruskan kuliah di Perancis, mereka sudah tidak bermain ke rumah lagi, Chanyeol juga belajar meneruskan bisnis keluarga.”
                “Woooaaaa. Jinjayo?”
                “Neee… Makanya appa jangan terlalu sibuk. Sebenarnya dia-lah Chanyeol yang dulu selalu aku ceritakan pada appa.” Ucap Minho oppa.
                “Lalu siapakah nama putri cantik ini?” ucap Nyonya Choi.
                “Uhm, joneun Park Andreane imnida. Manaseo bangaupsemnida.”
                “Aaakhhhh, Andreane. Jeongmal bogoshippoyo…” ucap Minho oppa yang membuatku terkejut. Apakah aku sedang bermimpi? Chanyeol oppa menggenggam tanganku di bawah meja. Seakan memberi kode padaku untuk tenang. Ya, Chanyeol oppa tahu bahwa ada masa lalu antara aku dan Minho oppa.
                “Ne.. na..nado oppa.” Kemudian suasana menjadi sedikit berubah. Mungkin seharusnya aku tidak mengatakannya dengan nada seperti itu.
                “Uhm, apakah kita sudah bisa memesan makanan?” ucap Chanyeol oppa.
                “Uhm.. ne.. Mari pesan makanan..” ucap Tuan Choi.
                ----------
Author POV
@Park Family’s House
                “Andreane! Gwenchanayo?” tanya Chanyeol.
                “Uhm.. Gwenchanayo oppa.” Jawab Andreane pada Chanyeol.
Kemudian dengan sedikit tak bersemangat, Andreane berjalan menuju ke kamarnya. Chanyeol menyadari, bahwa sebenarnya ada yang mengganjal pada Andreane saat acara makan malam tadi. Andreane tak banyak bicara saat acara makan malam. Bahkan sampai sekarang dia menjadi sedikit murung karena acara itu.
“Chanyeol. Apa yang terjadi pada dongsaeng-mu?”
“Gwenchana omma. Andreane hanya sedikit tidak enak badan, mungkin dia sedang datang bulan. Uhm, aku ke kamar dulu omma.”
“Hhhmmm… Jaljayo..”
“Nee…”
                ----------

Apa yang terjadi pada masa lalu Andreane bersama Minho???
To Be Continue ...

4 komentar:

  1. kris odieyo?odieyo??
    kkk~ bogoshipoyo jinja^^
    minho ada hub apa sih sm andreane?
    pensaran~ tapi keren kok ff part 1nya..
    di tunggu part 2 nya...
    secepatnya yak??
    kkk xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. kris bakalan muncul di part 2'y..
      silahkan baca http://korean-moza.blogspot.com/2012/05/part-2-cherry-blossom-love.htm
      makasih udah nyempetin baca + komen ... *bow* ^^

      Hapus
  2. Kyaa~ chanyeol jdi kakak u.u jdi pengen jga XD
    FF ny bgus, konflikny kereen XD.. fighting qaqa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhe... tpi chanyeol udah jdi pacar ku ^^
      eeuuung, tpi konfilnya blum trlalu kliatan.. wkwk
      tpi, maksih udah smpetin baca + komen ... *bow* ^^

      Hapus