Author : Jung Yerin (Moza D.A.)
Title : Cherry Blossom Love
Genre : Romantic, Friendship, Familyship
Main Cast :
-Seo Joo Hyun as Andreane Park
-Wu Yi Fan as Wu Yi Fan (Kris)
-Choi Minho as Choi Minho
Other Cast: Find by your self.
STORY
@Andreane’s School
“Ya, Andrea.
Bagaimana acara semalam?” tanya Sica.
“Wahhh, memang
tadi malam eonni ada acara apa?” tanya Krystal, adik Sica.
“Uuhhhm, biasa
saja.” Jawab Andreane tak bersemangat, mengingat peristiwa semalam.
“Euuung, apa
terjadi sesuatu yang buruk padamu?” tanya Sica yang menyadari ekspresi yang
tergambar jelas di wajah Andreane.
“Uhm, anak dari
keluarga Choi.” Jawab Andreane sedikit menggantung.
“Ada apa dengan
anak keluarga Choi?” tanya Sica.
“Ternyata mereka
Siwon oppa dan Minho oppa.” Jawab Andreane.
“Mwooo????”
teriak Sica dan Krystal bersama.
“Eonni. Benarkah
tadi malam kau bertemu Minho oppa?” tanya Krystal sedikit bersemangat.
“Hhhmm. Ne..
Matseumnida.”
“Aaaarrgghhh… Sudah
lama aku tidak melihat dia. Eonni, bagaimana dia sekarang? Aaakkhhh,, pasti dia
sekarang tambah tampan.” Kata Krystal.
“Yaaa!!! Kau itu!
Begitu mendengar Minho, kau langsung bersemangat.” Kata Sica.
“Hehehehe.. Eung,
eotteyo eonni?”
“Ahhh… Dia masih seperti
dulu. Tapi rambutnya lebih panjang dari dulu. Badannya sedikit lebih gemuk dari
dulu. Kulitnya sedikit lebih hitam dari dulu. Daaan, dia sedikit lebih banyak
bicara dari dulu.” Jawab Andreane.
“Aaakhhhh,
Andreane. Jeongmal bogoshippoyo…” Andreane ingat saat Minho mengucapkan
seperti itu padanya. Ia juga teringat saat Minho bercerita, bercanda, dan
tertawa lepas saat acara makan malam. Tidak seperti Minho yang dulu ia kenal.
Bicara seperlunya dan tersenyum pada orang tertentu saja.
“Andreane..
Eotteyo?”
“Diaaa… diaaa…
aaakkhh, pokoknya dia seperti itu. Aku tidak bisa menjelaskannya. Yang jelas
dia berbeda dari yang kalian lihat terakhir kali.”
----------
“Yaaaa…. Kalian,
selamat yaaa… Kalian lolos ujian di Universitas SOPA.” Ucap Krystal pada
Andreane, Jessica, Taeyeon, dan Yuri.
“Yaaakkk, kau
itu. Jika acara seperti ini kau selalu saja tidak pernah ketinggalan.” Ucap
Sica.
“Hahaha, uhm.
Gwenchana Sica. Baiklah, hari ini kalian akan aku traktir.” Ucap Yuri.
----------
@Restaurant
“Ayo, silahkan
pesan makanan yang kalian ingin. Nanti biar aku yang membayarnya.”
“Neeee…” ucap
Andreane, Taeyeon, Jessica, dan Krystal kompak.
“Hahahahaha….”
Mereka tertawa lepas bersama.
“Uhm, aku ke
kamar mandi dulu.” Ucap Andreane.
“Pesananmu?”
tanya Taeyeon.
“Aku pesan sama
sepertimu.” Jawab Andreane.
“Yeee…”
-----------
“Malam ini aku
persembahkan lagu ini untuk teman-temanku yang saat ini hadir, di meja nomor
XX. My friends, Saranghae..” ucap Andreane yang sudah berada di panggung. Ya,
restoran yang saat ini mereka datangi, memang memiliki panggung kecil yang
terletak di samping bar.
Taeyeon, Yuri,
Jessica, dan Krystal yang merasa kenal dengan suara Andreane, langsung menoleh
menghadap ke panggung. Mencari asal suara Andreane.
“Noonbooshin
gyejol gadeukhi hyangiro oon goril jina,
Jokshim seuron
nae bal goreun doogeun goryo
Jokshi mari nal hyanghae eutneun geudae moseub gaga
wojimyun
Sesang modeun haengboki da nae got gata
Neujeun
ohu haesaleh moon deuk jameso gae
geudae moreuge usojyo
Ajikdo mon mi raeye irige jiman geudae goomi anigi
Just one love oori doori goro ganeun giri
gagireul baraeyo
Just one love oori doori goro ganeun giri
gagireul baraeyo
Good morning mae il achimen nalgae ooneun geudaeye jonhwa
Machi oori hamke matneun achim gata
Machi oori hamke matneun achim gata
Yonghwa chorom gon nejun yebeun satang boda
do ook dalgom han geudae jyo
do ook dalgom han geudae jyo
Anheun shiganeul dara byonhagetgi man doo son noji an
gireul
Just for love yongwontorok majimakil sarang
geudaegil baraeyo
Just for love yongwontorok majimakil sarang
geudaegil baraeyo
Numoona sojong hangolryo
geudaeye sarangee
Oh it’s true ojik saroman bomyo geudae gyute itgo shipo
geudaeye sarangee
Oh it’s true ojik saroman bomyo geudae gyute itgo shipo
Man heun shigan soge byon han getjiman dooson noji an
gireul
Just for love yongwon torok ajimanil sarang
geudae gil barae yo
To make my life complete
You make my life complete”
Just for love yongwon torok ajimanil sarang
geudae gil barae yo
To make my life complete
You make my life complete”
Seluruh
tamu yang hadir bertepuk tangan, setelah Andreane menyelesaikan bait terakhir
lagu yang dinyanyikannya. Andreane pun membungkuk pada para tamu dan kembali ke
mejanya, bersama teman-temannya.
“Yaaa…
Andreane! Kau mengejutkanku. Kenapa tiba-tiba kau… Aaaakhhhh….” Ucap Jessica.
“Neee..
Kenapa tiba-tiba menyanyikan lagu untuk kami? Memangnya ada acara apa? Hanya
karena aku mentraktirmu, kau menjadi seperti ini. Aaaahhh, aku jadi takut
denganmu Andrea.” Ucap Yuri.
“Neee…
Kau tiba-tiba seperti ini. Mengejutkan kami saja kau ini.” Ucap Taeyeon.
“Aku
juga baru kali ini melihatmu bernyanyi di depan umum eonni.” Ucap Krystal.
“Hehehehehehe…
Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja aku ingin menyanyikan lagu itu untuk kalian. Dan
malam ini moment yang tepat untuk melakukannya. Waeyo? Apa aku salah?”
“Uhm..
aniyooo… Gomapta Andrea, untuk lagunya.” Ucap Taeyon.
Andreane
hanya tersenyum menanggapi kata Taeyeon. Andreane melihat ke arah bar, di sana
ada seorang lelaki bertubuh tinggi, dengan rambut pirangnya. Lelaki itu…
Andreane merasa, lelaki itu terus menatapnya ketika dia bernyanyi tadi. Mungkin
lelaki itu terpesona dengan suaranya. ‘Maaf telah membuatmu terpesona padaku,’
ucapnya dalam hati pada lelaki itu.
“Yaaa…
Andreane, cepat makan milikmu. Pesananmu keburu dingin.” Ucap Yuri.’
“Ooohhh,
yeee…”
----------
Setelah
berhari-hari Andreane disibukkan dengan urusannya yang begitu banyak, akhirnya
besok dia bisa masuk ke Universitas yang diinginkannya. Besok adalah hari
pertamanya masuk kuliah. Dia tak sabar menanti hari esok.
Tok..
tok.. tok..
“Uhm,
masuk. Pintu tidak dikunci.”
“Andrea..
Kau belum tidur?”
“Oh,
oppaaa!!! Belum. Aku tidak bisa tidur oppa. Ada apa oppa?” Chanyeol mendekati
Andreane, dan duduk di meja rias.
“Uuuhhhm,
aniyo. Eeeuung, Andrea. Apa kau masih menyukai Minho?” Andrea sedikit terkejut
saat Chanyeol menyebut nama Minho.
“Ahhh..
Sebenarnya, aku juga tidak tau oppa. Malam itu, Minho oppa sedikit berbeda. Dia
sedikit berubah dari dulu saat terakhir aku bertemu dengannya. Aku seperti
tidak mengenalinya. Tapi, saat aku melihatnya tersenyum padaku, dan mengatakan
bahwa dia merindukanku, aku percaya bahwa yang di hadapanku memang dia, oppa.
Diaaa… Memang Minho yang dulu pernah aku kenal.” Andreane menceritakan semuanya
sambil memandang langit-langit rumahnya.
----------
@SOPA University
Andreane
berjalan menyusuri setiap koridor di lantai itu. Pandangannya selalu tertuju ke
bawah. Banyak sekali pohon sakura di sana. Sayang, saat ini adalah musim gugur.
Andreane tidak bisa melihat sakura-sakura yang berjatuhan dari pohonnya saat
ini.
Praaaaaang….
Pyaaarrrrrrrr……
Andreane
terkejut saat mendengar suara kaca pecah.
Dik..
dik.. dik.. dik..
Sebuah
bola basket menggelinding ke arahnya. Diambilnya bola itu dan kepalanya
berputar mencari pemilik bola itu.
“Uhm,
mianhae. Boleh kuambil kembali bolanya.” Ucap seorang pemuda pada Andreane.
“Oh..
yogi..” Andrea memberikan bola basket itu pada pemuda itu.
“Gamsahamnida.”
Ucap pemuda itu saat bolanya sudah kembali padanya. Pemuda itu berlari meninggalkan
Andrea, menuju ke lapangan basket. ‘Lalu, bagaimana dengan pot bunga yang baru
saja ia pecahkan? Aiissshh, sangat tidak bertanggung jawab,’ batin Andrea.
Eeeung, tapi pemuda itu memberikan bola basketnya kepada teman-temannya dan
kembali lagi mendekati Andrea.
“Uhm,
mian. Telah membuatmu terkejut. Uhm, apakah kau terluka agasshi?”
“Uhm,
aniyo.. Hanya saja..” Andrea melirik pot bunga yang barusan pemuda itu
pecahkan.
“Aaaakkhhh,
ne… permisi. Menjauhlah sebentar. Akan kubersihkan dulu.” Andrea pun menuruti
kata pemuda itu. Dia menepi, dan melihat pemuda itu melakukan pekerjaannya.
Ahhhh, kasian juga jika melihat pemuda itu membersihkan pecahan pot berserakan
itu sendirian. Setega itukah dirinya? Andrea pun ikut berjongkok dan membantu
pemuda itu membersihkannya.
“Aaarrrgghhhh,
agasshi… Tidak perlu.. Ini salahku… Eung, biar aku saja yang melakukannya.”
Ucap pemuda itu pada Andrea.
“Uhm,
gwenchana.. Biar aku membantumu.” Akhirnya mereka kembali membersihkan
pecahan-pecahan pot yang berserakan tadi.
----------
“Uhm,
agasshi. Gamsahamnida.. Berkat kau, membersihkannya jadi lebih cepat.” Ucap
pemuda itu pada Andreane.
“Uhm..
Ne.. Gwenchana..” ucap Andreane.
“Ah,
tanganmu kotor. Uhm, yogi. Bersihkan tanganmu dengan ini.” Pemuda itu
memberikan sapu tangan miliknya pada Andreane.
“Uhm..
Tidak usah, aku sudah punya.” Andrea pun mencari sapu tangan miliknya di
tasnya. Tapi sapu tangannya tak ada. Dicarinya pula di sakunya. Hasilnya sama
saja, tetap tak ada.
“Uhhhmm,
yogi.. Sepertinya kau butuh.” Ucap pemuda itu.
“Aaahhhh…
Mianhae. Sapu tanganmu jadi kotor. Mungkin milikku tertinggal di tempat lain.”
“Aniyooo…
Seharusnya aku yang minta maaf. Karena aku, tanganmu jadi kotor. Uhm, sekali
lagi gamsahamnida.”
“Yeee…
Ceonmaneyo..”
“Euung,
bolehkah aku tau siapa namamu?”
“Oh,
namaku….”
“Andreaaaaaa!!!”
panggil seseorang.
“Aaaahhhh,
mian. Aku harus segera pergi. Annyeong..” Andrea tersenyum pada pemuda itu dan
meninggalkannya, berlari menuju orang yang telah memanggilnya.
“Andrea..
Jadi itu namamu.” Pemuda itu tersenyum sambil melihat punggung Andrea yang
menjauh.
----------
“Yaaaa!!!
Kau kemana saja. Aku bingung mencari kelasku.” Ucap Andrea pada Taeyeon.
“Aaahhhh,
mianhae.. Aku traktir kau es krim sebagai permintaan maaf..”
“Ohhh,
itu memang perlu..” Andreane tertawa setelah mengatakan itu.
“Kau
itu.. Lalu, siapa pemuda yang tadi berbicara padamu Andrea?”
“Dia
tadi memecahkan pot, dan aku membantunya membersihkannya. Daaannn… Aigooo!!!
Sapu tangannya! Aku lupa mengembalikannya. Eotteyo, Taeyeon-ah?”
“Aaahhh,
kembalikan saja setelah kau mencucinya. Kau itu tidak tau terima kasih. Dia
meminjamkannya padamu untuk membersihkan tanganmu.”
“Neee…
Aku juga tau. Aku juga bermaksud seperti itu. Tapiii… aku tidak kenal
dengannya. Kami juga baru saja bertemu.”
“Mwooo?
Bagaimana bisa. Kau juga tidak tau namanya?” Andreane hanya menggelengkan
kepala menjawab pertanyaan Taeyeon.
“Aaaiiisssshhh,
kau itu… Eeeuung, mungkin kau bisa menemuinya besok, jika dia bermain basket di
lapangan tadi. Yaaahhhh, itu jika dia ke sana lagi.” Ucap Taeyeon.
----------
@Park Family’s House
“Andreane…
Kau mau ikut oppa malam ini?” ucap Chanyeol pada Andreane. Saat ini mereka
sedang menonton TV di ruang keluarga.
“Eeeung,
mau kemana oppa?” jawab Andreane sambil mengecat kukunya.
“Ke
restoran XXX. Kau ikut tidak?”
“Mau
mengapa oppa ke sana? Mau bertemu Taeyeon? Bukankah itu restoran hotel XXX.
Hotel itu kan milik appa Taeyeon.”
“Aaaiissssh,
kau itu tentu saja bukan. Hanya ingin pergi bersamamu saja. Sudah lama oppa tidak
makan di luar bersamamu.”
“Ooohhh..
Yeee… Aku mau..”
----------
@Restoran XXX
“Kajja.. Cepat pesan makananmu.”
Ucap Chanyeol.
“Uhm,
neee.. Aku pesan Samgyeopsol. Minumnya Espresso..” ucap Andrea pada pelayan.
“Jadi,
samgyeopsol-nya 2. Dan aku minumnya Sampagne.” Ucap Chanyeol pada pelayan dan
mengembalikan menu pada pelayan.
“Baiklah..
Silahkan anda tunggu sebentar..” ucap pelayan itu dan kembali menuju ke dapur.
----------
“Aaaaarrrggghhhh…
Oppa. Gomawo.. Samgyeopsol-nya ‘masssittthhaaaaa’…” ucap Andrea pada Chanyeol.
“Hhhhmm…
kalau begitu habiskan makananmu.” Ucap Chanyeol.
Listen
Neukkil su inni
Nae simjangi
Ttwijireul anha
My heart be breakin’
Ada
panggilan masuk di ponsel Chanyeol.
“Yeoboseyo??
Ohhh.. Kriiisss ………. Aku? Eung, aniyo.. Oh, aku di restaurant XXX. Yee..
Kemarilah… Hhhhmmmm… Annyeong,” klap. Chanyeol menutup ponselnya.
“Oppa!!!
Kau tidak bilang padaku akan mengajak orang lain. Aaaiisssh, oppaaaa…” Andrea
merengek layaknya anak kecil.
“Dia
hanya teman lama Andrea. Jaga sikapmu. Jangan seperti anak kecil.”
“Tapi
ini makan malam kita berdua oppa. Kau sendiri yang mengajakku oppa.” Andrea
mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya.
“Neee…
oppa minta maaf. Dia teman lama oppa. Ayolahhh Andrea. Uhm…. Coba jika saat kau
makan malam dengan oppa, kau mengajak salah satu temanmu, dan oppa tidak
menyetujuinya. Apa kau mau seperti itu?” Andrea menggelengkan kepalanya.
“Oppa
tidak akan melakukan itu padaku. Apalagi jika yang kuajak itu Taeyeon. Aku
yakin oppa tidak akan menyalahkanku telah mengajaknya.” Chanyeol sedikit
terkejut ketika Andrea mengucapkan nama Taeyeon.
“Euuuung.
Jadi, bolehkan jika temanku bergabung?”
“Uuuhm…
tergantung. Jika teman oppa orangnya membosankan, lebih baik aku pulang saja.
Nikmati makan malam kalian berdua.”
“Aaaarggghhh…
kalau masalah itu tak perlu kau khawatirkan. Dia bukan orang yang seperti itu.”
----------
Seorang
lelaki bertubuh tinggi, memasuki
restaurant XXX tempat Andrea dan Chanyeol sekarang berada. Dia memutar
kepalanya mencari keberadaan Chanyeol yang telah mengajaknya makan malam.
“Ooohhh..
Chanyeol…” Kris berjalan mendekati Chanyeol. Tapi, siapakah gadis yang berada
di dekat Chanyeol. Gadis itu menopang dagu, dan agak membelakanginya. Apakah
dia pacar Chanyeol? Batin Kris.
“Kris..
Kapan kau datang?” tanya Chanyeol. Mereka berjabat tangan dan berpelukan.
“Aku
baru datang tadi pagi.. Mian baru member tahumu.”
“Ahhh…
Gwenchanayo.. Yaaa… Kau sudah makan? Uhm, kami juga sedang makan.” Alis kanan
Kris terangkat saat Chanyeol berkata ’kami’. Gadis itu pun ikut membungkuk
padanya dan tersenyum padanya. Setelah itu, gadis itu kembali duduk dan
meneruskan makannya tanpa mengenalkan siapa dirinya. Kris teringat dengan gadis
itu… Gadis ituuu… apa dia pacar Chanyeol?
“Aaakkhhh…
Ini adikku. Kenalkan namanya Andreane. Andrea, kenalkan ini temanku, Kris.” Oohhhh…
ternyata dia adik Chanyeol. Kris beruntung kali ini… Andrea berdiri dan
mengenalkan dirinya.
“Park
Andreane imnida. Manaseo bangaup seumnida..” Andrea menoleh melihat lelaki itu.
Ya.. Andrea seperti pernah melihat lelaki itu. Euuung, siapakah lelaki itu?
Uuuuhm, ya.. Chanyeol bilang dia teman lamanya. Mungkin dia memang pernah
melihat lelaki itu sebelumnya.
Andrea
melihat lelaki itu dengan seksama. 7,5 point yang Andrea berikan pada lelaki
itu kali ini. Uhm, dia bertubuh tinggi. Dia membiarkan rambut pirangnya begitu
saja, tidak merapikannya, atau mengolesi gel pada rambutnya. Sepertinya dia
juga bukan tipe lelaki yang suka berdandan dan apa adanya. Andrea tidak melihat
ada make up yang melekat pada wajahnya. Bau minyak wanginya juga tidak terlalu
menyengat. Biasa saja… Yaaahhhh, Andrea tidak suka dengan lelaki yang giat
berdandan dan memakai minyak wangi berbau menyengat.
“Joneun
Kris imnida. Manaseo bangaup seumnida..” Kris tersenyum pada Andrea. Andrea
melihat senyum Kris, dan membuatnya ingin tersenyum juga padanya. Aaaakkhhh,
senyum pria ini menular. Uhm, sekarang 8 point untuk lelaki ini. Batinnya.
“Uhm,
silahkan duduk Kris. Eung, kau sudah makan? Kami juga baru makan.” Tawar
Chanyeol.
“Aaaahhh..
ne.. kebetulan sekali Chan.. aku juga belum makan.” Ucap Kris.
“Yeee…
Pelayan..” Chanyeol memanggil pelayan untuk mencatat pesanan Kris, setelah itu
pelayan kembali ke dapur untuk menyiapkan pesanan Kris.
“Uhm,
bagaimana kabarmu sekarang Kris? Bagaimana kabar keluargamu di China?” tanya
Chanyeol memulai perbincangan. China? Oooohh… Jadi dia orang China. Pantas,
aksen bicaranya sedikit berbeda.
“Uhm..
Baik-baik saja. Di China mereka juga baik-baik saja.” Kris melirik Andrea. Dan
ternyata gadis itu juga sedang melihatnya. Mereka jadi salah tingkah akhirnya.
Chanyeol yang melihat tingkah mereka hanya mampu menahan tawa. Andrea mengutuk dirinya sendiri karena terus memperhatikan Kris. Tapiii… terus
memandangi Kris seperti ada kenikmatan sendiri. Uhm, memandanginya benar-benar
seperti ekstasi. Membuatnya ketagihan dan menginginkannya terus. Baiklah… 8,5
point untuknya sekarang.
“Eeeung.
Andreane… Kau lupa denganku?” tanya Kris pada Andrea. Dan Andrea pun terkejut
Kris bertanya seperti itu padanya.
“Aaahhh,
apa kalian pernah bertemu sebelumnya?” tanya Chanyeol.
“Uhm,
kami pernah bertemu sebentar. Tapi kami belum terlalu mengenal. Baru kali
ini-lah kami berkenalan.” Ucap Kris. Sudah pernah bertemu sebentar? Kapan?
Kenapa Andrea tidak ingat. Andrea juga merasa tak asing dengan wajah Kris.
Tapi, kapan ia pernah bertemu dengannya?
“Eeeuung,
jwosonghamnida. Aku benar-benar tak ingat kalau kita pernah bertemu.” Ucap
Andrea.
“Aaaaahhhh,
begitukah. Yaaaa… mungkin karena saat itu kau belum tau namaku, jadinya kau
lupa padaku. Uhm, sungguh beruntung bisa bertemu denganmu lagi Andreane.” Ucap
Kris pada Andrea.
“Mianhae.
Andrea memang sedikit pikun. Kebiasaannya memang begitu.” Ucap Chanyeol pada
Kris.
“Yaaaa…
oppa…” teriak Andreane pada Chanyeol. Chanyeol dan Kris pun tertawa. Oohhhh…
tawa lelaki ini. Dia mampu tertawa lepas, namun kenapa dia terlihat sangat
manis. 9 point untuk Kris. Andrea menyukai tipe ini, terlihat manis saat
tertawa lepas.
Listen
Neukkil
su inni
Nae simjangi
Ttwijireul
anha
My heart be breakin’
Ponsel
Chanyeol berbunyi. Chanyeol mengambil ponsel disakunya. Tapi dia malah terlihat
bingung, dan melirik ke arah Kris. Ooohh, ponsel milik Kris ternyata yang
berbunyi. Andreane juga sempat bingung. Tapi kemudian dia tau, bahwa ringtone
ponsel milik Kris sama dengan ringtone ponsel milik kakaknya.
“Hallo?
Uuuuhm… yes… Kris here. Ooohhh… of course… Yes, sir… Night..” klap. Kris
menutup ponselnya. Kris melihat Chanyeol yang sedang menatapnya tajam.
“Kau
memang masih sama Kris.”
“Nee…
kau juga.”
“Hahahahahahaha….”
Kris dan Chanyeol tertawa bersama. Andrea bingung dengan sikap mereka.
Aaaaakkkhhhhh…. Tawa itu lagi. Dia benar-benar manis. Mata sipitnya bahkan
menghilang saat tertawa.
Point untuk Kris terus meningkat seiring dengan keunikan-keunikan yang dimilikinya. Andreane benar-benar bisa menerima pria itu sekarang.
Point untuk Kris terus meningkat seiring dengan keunikan-keunikan yang dimilikinya. Andreane benar-benar bisa menerima pria itu sekarang.
“Uuhm.
Oppaa…. Waeyo?”
“Aaaahhh…
Andrea… Kau tau, ringtone ponsel yang oppa gunakan?” tanya Chanyeol. Andrea pun
mengangguk.
“Ringtone
yang tidak pernah oppa ganti selama 4 tahun. Aaahhhh… mungkin lebih dari 4
tahun.” Jawab Andrea.
“Neee…
Ini adalah ringtone yang dulu kami gunakan Andrea. Oppa dan teman-teman oppa,
Minho, Siwon, Kris, dan juga Tao. Kau mungkin belum kenal dengan Tao, tapi, kau
juga tau khan kalau Minho dan Siwon juga menggunakan ringtone ini?” Oooohhh
yaaaa…. Itu memang benar. Minho dan Siwon juga mempunyai ringtone ponsel yang
sama dengan Chanyeol. Aaakkkhhhh…. Ternyata mereka BFF sudah lama. Tapi, siapa
Tao? Kenapa Andrea belum mengenalnya? Kris saja baru ia kenal. Hhhhmm.. Andrea
baru menyadari kalau masih banyak mengenai oppa-nya yang belum ia ketahui.
Bahkan Kris dan Tao yang merupakan BFF oppa-nya saja tidak diketahuinya.
“Oooohhh….
Tak kusangka kau masih menggunakannya Kris.” Ucap Chanyeol.
“Neee…
Aku juga tak menyangka kau masih menggunakan ringtone itu.” kata Kris.
----------
Sebenarnya, siapakah Kris sebenarnya?
Bagaimana kisah selanjutnya?
To Be Continue ...










Uhm sebelumnya, terima kasih sudah membaca FF saya sepanjang ini. Makasih selalu mengikuti FF saya sampai part ini.
BalasHapusSaya menghargai setiap komen yg kalian berikan, krn itu jga berguna untuk kemajuan FF saya. Jadi, saya mnta tolong untuk memberikan komen stelah membaca. Jgn-lah menjdi silent rider.
Oya, sebenarnya FF ini terinspirasi dari Ilana Tan dan drama Kimini Todoke.. Bagi kalian yang pernah membaca novel Ilana Tan, mungkin tak asing dgn cerita ttg musim gugur dan bunga sakura. Dan kalian yang pernah melihat film Kimini Todoke, mungkin juga tak asing dgn bunga sakura.
Jadi, sekali lgi terima kasih readers...
Akhirny kris keluar XD . jadi si mino tmenny chanyeol ama kris? hub ny minho ama andrea apa?
BalasHapusiya.. gmna?? apakah kris keluar tiba" kyk setan di film" horor gtu, smbil menatap kmu dgn tatapan sangar'y itu? gk khan?? di sni kris gk sangar kyk di MV what is love og.. jdi jgn takut sma kris yaaa... ^^
Hapusiya, minho itu temenan ama chanyeol & kris..
hub minho sma andrea?? apa yaaa.... ahhh... ntar jga ketauan.. ^^
kkk~ sorry bru coment :D mau coment apa nih ? bingung >,< . soalnya yg part 3 udah ke baca sih. kk ~
BalasHapuspokoknya part 4 nya di tunggu secepatnya deh ya :3
keyen bgt kok ffny :3
wahhhhh iya... komentar'y jga udah ada yg di part 3.. wkwkwk...
Hapusya udah deh yaaa... di tunggu ajja.. okey?
mungkin agak lama, coz mau nyari skolah dulu. tpi, ntar di sempet"in nglanjutin FF'y og..
keyen?? gomapta.. ^^