korean sky

korean sky

Minggu, 27 Mei 2012

[Part 2] Cherry Blossom Love



Author : Jung Yerin (Moza D.A.)
Title : Cherry Blossom Love
Genre : Romantic, Friendship, Familyship

Main Cast :
-Seo Joo Hyun as Andreane Park
-Wu Yi Fan as Wu Yi Fan (Kris)
-Choi Minho as Choi Minho

Other Cast: Find by your self.
 
STORY
@Andreane’s School
                “Ya, Andrea. Bagaimana acara semalam?” tanya Sica.
                “Wahhh, memang tadi malam eonni ada acara apa?” tanya Krystal, adik Sica.
                “Uuhhhm, biasa saja.” Jawab Andreane tak bersemangat, mengingat peristiwa semalam.
                “Euuung, apa terjadi sesuatu yang buruk padamu?” tanya Sica yang menyadari ekspresi yang tergambar jelas di wajah Andreane.
                “Uhm, anak dari keluarga Choi.” Jawab Andreane sedikit menggantung.
                “Ada apa dengan anak keluarga Choi?” tanya Sica.
                “Ternyata mereka Siwon oppa dan Minho oppa.” Jawab Andreane.
                “Mwooo????” teriak Sica dan Krystal bersama.
                “Eonni. Benarkah tadi malam kau bertemu Minho oppa?” tanya Krystal sedikit bersemangat.
                “Hhhmm. Ne.. Matseumnida.”
                “Aaaarrgghhh… Sudah lama aku tidak melihat dia. Eonni, bagaimana dia sekarang? Aaakkhhh,, pasti dia sekarang tambah tampan.” Kata Krystal.
                “Yaaa!!! Kau itu! Begitu mendengar Minho, kau langsung bersemangat.” Kata Sica.
                “Hehehehe.. Eung, eotteyo eonni?”
                “Ahhh… Dia masih seperti dulu. Tapi rambutnya lebih panjang dari dulu. Badannya sedikit lebih gemuk dari dulu. Kulitnya sedikit lebih hitam dari dulu. Daaan, dia sedikit lebih banyak bicara dari dulu.” Jawab Andreane.
                “Sedikit lebih banyak bicara?? Hahahaha… Memangnya sekarang dia bagaimana?” tanya Sica.
                “Aaakhhhh, Andreane. Jeongmal bogoshippoyo…” Andreane ingat saat Minho mengucapkan seperti itu padanya. Ia juga teringat saat Minho bercerita, bercanda, dan tertawa lepas saat acara makan malam. Tidak seperti Minho yang dulu ia kenal. Bicara seperlunya dan tersenyum pada orang tertentu saja.
                “Andreane.. Eotteyo?”
                “Diaaa… diaaa… aaakkhh, pokoknya dia seperti itu. Aku tidak bisa menjelaskannya. Yang jelas dia berbeda dari yang kalian lihat terakhir kali.”
                ----------
                “Yaaaa…. Kalian, selamat yaaa… Kalian lolos ujian di Universitas SOPA.” Ucap Krystal pada Andreane, Jessica, Taeyeon, dan Yuri.
                “Hehehehe… Ne, gomawo Jungie..” kata Sica.
                “Eeeuuung, eonni. Kalau begitu, traktir aku makan.” Ucap Krystal
                “Yaaakkk, kau itu. Jika acara seperti ini kau selalu saja tidak pernah ketinggalan.” Ucap Sica.
                “Hahaha, uhm. Gwenchana Sica. Baiklah, hari ini kalian akan aku traktir.” Ucap Yuri.
                ----------
@Restaurant
                “Ayo, silahkan pesan makanan yang kalian ingin. Nanti biar aku yang membayarnya.”
                “Neeee…” ucap Andreane, Taeyeon, Jessica, dan Krystal kompak.
                “Aaaakkhhhh, kalian kompak sekali jika hal seperti ini.” Ucap Yuri.
                “Hahahahaha….” Mereka tertawa lepas bersama.
                “Uhm, aku ke kamar mandi dulu.” Ucap Andreane.
                “Pesananmu?” tanya Taeyeon.
                “Aku pesan sama sepertimu.” Jawab Andreane.
                “Yeee…”
                -----------
                “Malam ini aku persembahkan lagu ini untuk teman-temanku yang saat ini hadir, di meja nomor XX. My friends, Saranghae..” ucap Andreane yang sudah berada di panggung. Ya, restoran yang saat ini mereka datangi, memang memiliki panggung kecil yang terletak di samping bar.
                Taeyeon, Yuri, Jessica, dan Krystal yang merasa kenal dengan suara Andreane, langsung menoleh menghadap ke panggung. Mencari asal suara Andreane.
                “Noonbooshin gyejol gadeukhi hyangiro oon goril jina,
                 Jokshim seuron nae bal goreun doogeun goryo
     Jokshi mari nal hyanghae eutneun geudae moseub gaga wojimyun
     Sesang modeun haengboki da nae got gata
                Neujeun ohu haesaleh moon deuk jameso gae
geudae moreuge usojyo
Ajikdo mon mi raeye irige jiman geudae goomi anigi
Just one love oori doori goro ganeun giri
gagireul baraeyo
Good morning mae il achimen nalgae ooneun geudaeye jonhwa
Machi oori hamke matneun achim gata
Yonghwa chorom gon nejun yebeun satang boda
do ook dalgom han geudae jyo
Anheun shiganeul dara byonhagetgi man doo son noji an gireul
Just for love yongwontorok majimakil sarang
geudaegil baraeyo
Numoona sojong hangolryo
geudaeye sarangee
Oh it’s true ojik saroman bomyo geudae gyute itgo shipo
Man heun shigan soge byon han getjiman dooson noji an gireul
Just for love yongwon torok ajimanil sarang
geudae gil barae yo
To make my life complete
You make my life complete
                Seluruh tamu yang hadir bertepuk tangan, setelah Andreane menyelesaikan bait terakhir lagu yang dinyanyikannya. Andreane pun membungkuk pada para tamu dan kembali ke mejanya, bersama teman-temannya.
                “Yaaa… Andreane! Kau mengejutkanku. Kenapa tiba-tiba kau… Aaaakhhhh….” Ucap Jessica.
                “Neee.. Kenapa tiba-tiba menyanyikan lagu untuk kami? Memangnya ada acara apa? Hanya karena aku mentraktirmu, kau menjadi seperti ini. Aaaahhh, aku jadi takut denganmu Andrea.” Ucap Yuri.
                “Neee… Kau tiba-tiba seperti ini. Mengejutkan kami saja kau ini.” Ucap Taeyeon.
                “Aku juga baru kali ini melihatmu bernyanyi di depan umum eonni.” Ucap Krystal.
                “Hehehehehehe… Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja aku ingin menyanyikan lagu itu untuk kalian. Dan malam ini moment yang tepat untuk melakukannya. Waeyo? Apa aku salah?”
                “Uhm.. aniyooo… Gomapta Andrea, untuk lagunya.” Ucap Taeyon.
                Andreane hanya tersenyum menanggapi kata Taeyeon. Andreane melihat ke arah bar, di sana ada seorang lelaki bertubuh tinggi, dengan rambut pirangnya. Lelaki itu… Andreane merasa, lelaki itu terus menatapnya ketika dia bernyanyi tadi. Mungkin lelaki itu terpesona dengan suaranya. ‘Maaf telah membuatmu terpesona padaku,’ ucapnya dalam hati pada lelaki itu.
                “Yaaa… Andreane, cepat makan milikmu. Pesananmu keburu dingin.” Ucap Yuri.’
                “Ooohhh, yeee…”
                ----------
                Setelah berhari-hari Andreane disibukkan dengan urusannya yang begitu banyak, akhirnya besok dia bisa masuk ke Universitas yang diinginkannya. Besok adalah hari pertamanya masuk kuliah. Dia tak sabar menanti hari esok.
                Tok.. tok.. tok..
                “Uhm, masuk. Pintu tidak dikunci.”
                “Andrea.. Kau belum tidur?”
                “Oh, oppaaa!!! Belum. Aku tidak bisa tidur oppa. Ada apa oppa?” Chanyeol mendekati Andreane, dan duduk di meja rias.
                “Uuuhhhm, aniyo. Eeeuung, Andrea. Apa kau masih menyukai Minho?” Andrea sedikit terkejut saat Chanyeol menyebut nama Minho.
                “Ahhh.. Sebenarnya, aku juga tidak tau oppa. Malam itu, Minho oppa sedikit berbeda. Dia sedikit berubah dari dulu saat terakhir aku bertemu dengannya. Aku seperti tidak mengenalinya. Tapi, saat aku melihatnya tersenyum padaku, dan mengatakan bahwa dia merindukanku, aku percaya bahwa yang di hadapanku memang dia, oppa. Diaaa… Memang Minho yang dulu pernah aku kenal.” Andreane menceritakan semuanya sambil memandang langit-langit rumahnya.
                ----------
@SOPA University
                Andreane berjalan menyusuri setiap koridor di lantai itu. Pandangannya selalu tertuju ke bawah. Banyak sekali pohon sakura di sana. Sayang, saat ini adalah musim gugur. Andreane tidak bisa melihat sakura-sakura yang berjatuhan dari pohonnya saat ini.
                Praaaaaang…. Pyaaarrrrrrrr……
                Andreane terkejut saat mendengar suara kaca pecah.
                Dik.. dik.. dik.. dik..
                Sebuah bola basket menggelinding ke arahnya. Diambilnya bola itu dan kepalanya berputar mencari pemilik bola itu.
                “Uhm, mianhae. Boleh kuambil kembali bolanya.” Ucap seorang pemuda pada Andreane.
                “Oh.. yogi..” Andrea memberikan bola basket itu pada pemuda itu.
                “Gamsahamnida.” Ucap pemuda itu saat bolanya sudah kembali padanya. Pemuda itu berlari meninggalkan Andrea, menuju ke lapangan basket. ‘Lalu, bagaimana dengan pot bunga yang baru saja ia pecahkan? Aiissshh, sangat tidak bertanggung jawab,’ batin Andrea. Eeeung, tapi pemuda itu memberikan bola basketnya kepada teman-temannya dan kembali lagi mendekati Andrea.
                “Uhm, mian. Telah membuatmu terkejut. Uhm, apakah kau terluka agasshi?”
                “Uhm, aniyo.. Hanya saja..” Andrea melirik pot bunga yang barusan pemuda itu pecahkan.
                “Aaaakkhhh, ne… permisi. Menjauhlah sebentar. Akan kubersihkan dulu.” Andrea pun menuruti kata pemuda itu. Dia menepi, dan melihat pemuda itu melakukan pekerjaannya. Ahhhh, kasian juga jika melihat pemuda itu membersihkan pecahan pot berserakan itu sendirian. Setega itukah dirinya? Andrea pun ikut berjongkok dan membantu pemuda itu membersihkannya.
                “Aaarrrgghhhh, agasshi… Tidak perlu.. Ini salahku… Eung, biar aku saja yang melakukannya.” Ucap pemuda itu pada Andrea.
                “Uhm, gwenchana.. Biar aku membantumu.” Akhirnya mereka kembali membersihkan pecahan-pecahan pot yang berserakan tadi.
                ----------
                “Uhm, agasshi. Gamsahamnida.. Berkat kau, membersihkannya jadi lebih cepat.” Ucap pemuda itu pada Andreane.
                “Uhm.. Ne.. Gwenchana..” ucap Andreane.
                “Ah, tanganmu kotor. Uhm, yogi. Bersihkan tanganmu dengan ini.” Pemuda itu memberikan sapu tangan miliknya pada Andreane.
                “Uhm.. Tidak usah, aku sudah punya.” Andrea pun mencari sapu tangan miliknya di tasnya. Tapi sapu tangannya tak ada. Dicarinya pula di sakunya. Hasilnya sama saja, tetap tak ada.
                “Uhhhmm, yogi.. Sepertinya kau butuh.” Ucap pemuda itu.
                “Aaahhhh… Mianhae. Sapu tanganmu jadi kotor. Mungkin milikku tertinggal di tempat lain.”
                “Aniyooo… Seharusnya aku yang minta maaf. Karena aku, tanganmu jadi kotor. Uhm, sekali lagi gamsahamnida.”
                “Yeee… Ceonmaneyo..”
                “Euung, bolehkah aku tau siapa namamu?”
                “Oh, namaku….”
                “Andreaaaaaa!!!” panggil seseorang.
                “Aaaahhhh, mian. Aku harus segera pergi. Annyeong..” Andrea tersenyum pada pemuda itu dan meninggalkannya, berlari menuju orang yang telah memanggilnya.
                “Andrea.. Jadi itu namamu.” Pemuda itu tersenyum sambil melihat punggung Andrea yang menjauh.
                ----------
                “Yaaaa!!! Kau kemana saja. Aku bingung mencari kelasku.” Ucap Andrea pada Taeyeon.
                “Aaahhhh, mianhae.. Aku traktir kau es krim sebagai permintaan maaf..”
                “Ohhh, itu memang perlu..” Andreane tertawa setelah mengatakan itu.
                “Kau itu.. Lalu, siapa pemuda yang tadi berbicara padamu Andrea?”
                “Dia tadi memecahkan pot, dan aku membantunya membersihkannya. Daaannn… Aigooo!!! Sapu tangannya! Aku lupa mengembalikannya. Eotteyo, Taeyeon-ah?”
                “Aaahhh, kembalikan saja setelah kau mencucinya. Kau itu tidak tau terima kasih. Dia meminjamkannya padamu untuk membersihkan tanganmu.”
                “Neee… Aku juga tau. Aku juga bermaksud seperti itu. Tapiii… aku tidak kenal dengannya. Kami juga baru saja bertemu.”
                “Mwooo? Bagaimana bisa. Kau juga tidak tau namanya?” Andreane hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Taeyeon.
                “Aaaiiisssshhh, kau itu… Eeeuung, mungkin kau bisa menemuinya besok, jika dia bermain basket di lapangan tadi. Yaaahhhh, itu jika dia ke sana lagi.”  Ucap Taeyeon.
                ----------
@Park Family’s House
                “Andreane… Kau mau ikut oppa malam ini?” ucap Chanyeol pada Andreane. Saat ini mereka sedang menonton TV di ruang keluarga.
                “Eeeung, mau kemana oppa?” jawab Andreane sambil mengecat kukunya.
                “Ke restoran XXX. Kau ikut tidak?”
                “Mau mengapa oppa ke sana? Mau bertemu Taeyeon? Bukankah itu restoran hotel XXX. Hotel itu kan milik appa Taeyeon.”
                “Aaaiissssh, kau itu tentu saja bukan. Hanya ingin pergi bersamamu saja. Sudah lama oppa tidak makan di luar bersamamu.”
                “Ooohhh.. Yeee… Aku mau..”
                ----------
@Restoran XXX
“Kajja.. Cepat pesan makananmu.” Ucap Chanyeol.
                “Uhm, neee.. Aku pesan Samgyeopsol. Minumnya Espresso..” ucap Andrea pada pelayan.
                “Jadi, samgyeopsol-nya 2. Dan aku minumnya Sampagne.” Ucap Chanyeol pada pelayan dan mengembalikan menu pada pelayan.
                “Baiklah.. Silahkan anda tunggu sebentar..” ucap pelayan itu dan kembali menuju ke dapur.
                ----------
                “Aaaaarrrggghhhh… Oppa. Gomawo.. Samgyeopsol-nya ‘masssittthhaaaaa’…” ucap Andrea pada Chanyeol.
                “Hhhhmm… kalau begitu habiskan makananmu.” Ucap Chanyeol.
               Listen
   Neukkil su inni
   Nae simjangi
   Ttwijireul anha
   My heart be breakin’
                Ada panggilan masuk di ponsel Chanyeol.
                “Yeoboseyo?? Ohhh.. Kriiisss ………. Aku? Eung, aniyo.. Oh, aku di restaurant XXX. Yee.. Kemarilah… Hhhhmmmm… Annyeong,” klap. Chanyeol menutup ponselnya.
                “Oppa!!! Kau tidak bilang padaku akan mengajak orang lain. Aaaiisssh, oppaaaa…” Andrea merengek layaknya anak kecil.
                “Dia hanya teman lama Andrea. Jaga sikapmu. Jangan seperti anak kecil.”
                “Tapi ini makan malam kita berdua oppa. Kau sendiri yang mengajakku oppa.” Andrea mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya.
                “Neee… oppa minta maaf. Dia teman lama oppa. Ayolahhh Andrea. Uhm…. Coba jika saat kau makan malam dengan oppa, kau mengajak salah satu temanmu, dan oppa tidak menyetujuinya. Apa kau mau seperti itu?” Andrea menggelengkan kepalanya.
                “Oppa tidak akan melakukan itu padaku. Apalagi jika yang kuajak itu Taeyeon. Aku yakin oppa tidak akan menyalahkanku telah mengajaknya.” Chanyeol sedikit terkejut ketika Andrea mengucapkan nama Taeyeon.
                “Euuuung. Jadi, bolehkan jika temanku bergabung?”
                “Uuuhm… tergantung. Jika teman oppa orangnya membosankan, lebih baik aku pulang saja. Nikmati makan malam kalian berdua.”
                “Aaaarggghhh… kalau masalah itu tak perlu kau khawatirkan. Dia bukan orang yang seperti itu.”
                ----------
                Seorang lelaki  bertubuh tinggi, memasuki restaurant XXX tempat Andrea dan Chanyeol sekarang berada. Dia memutar kepalanya mencari keberadaan Chanyeol yang telah mengajaknya makan malam.
                “Yaaaa!!! Kriiissss!!! I’m here..” teriak Chanyeol pada lelaki itu yang ternyata bernama Kris.
                “Ooohhh.. Chanyeol…” Kris berjalan mendekati Chanyeol. Tapi, siapakah gadis yang berada di dekat Chanyeol. Gadis itu menopang dagu, dan agak membelakanginya. Apakah dia pacar Chanyeol? Batin Kris.
                “Kris.. Kapan kau datang?” tanya Chanyeol. Mereka berjabat tangan dan berpelukan.
                “Aku baru datang tadi pagi.. Mian baru member tahumu.”
                “Ahhh… Gwenchanayo.. Yaaa… Kau sudah makan? Uhm, kami juga sedang makan.” Alis kanan Kris terangkat saat Chanyeol berkata ’kami’. Gadis itu pun ikut membungkuk padanya dan tersenyum padanya. Setelah itu, gadis itu kembali duduk dan meneruskan makannya tanpa mengenalkan siapa dirinya. Kris teringat dengan gadis itu… Gadis ituuu… apa dia pacar Chanyeol?
                “Aaakkhhh… Ini adikku. Kenalkan namanya Andreane. Andrea, kenalkan ini temanku, Kris.” Oohhhh… ternyata dia adik Chanyeol. Kris beruntung kali ini… Andrea berdiri dan mengenalkan dirinya.
                “Park Andreane imnida. Manaseo bangaup seumnida..” Andrea menoleh melihat lelaki itu. Ya.. Andrea seperti pernah melihat lelaki itu. Euuung, siapakah lelaki itu? Uuuuhm, ya.. Chanyeol bilang dia teman lamanya. Mungkin dia memang pernah melihat lelaki itu sebelumnya.
                Andrea melihat lelaki itu dengan seksama. 7,5 point yang Andrea berikan pada lelaki itu kali ini. Uhm, dia bertubuh tinggi. Dia membiarkan rambut pirangnya begitu saja, tidak merapikannya, atau mengolesi gel pada rambutnya. Sepertinya dia juga bukan tipe lelaki yang suka berdandan dan apa adanya. Andrea tidak melihat ada make up yang melekat pada wajahnya. Bau minyak wanginya juga tidak terlalu menyengat. Biasa saja… Yaaahhhh, Andrea tidak suka dengan lelaki yang giat berdandan dan memakai minyak wangi berbau menyengat.
                “Joneun Kris imnida. Manaseo bangaup seumnida..” Kris tersenyum pada Andrea. Andrea melihat senyum Kris, dan membuatnya ingin tersenyum juga padanya. Aaaakkhhh, senyum pria ini menular. Uhm, sekarang 8 point untuk lelaki ini. Batinnya.
                “Uhm, silahkan duduk Kris. Eung, kau sudah makan? Kami juga baru makan.” Tawar Chanyeol.
                “Aaaahhh.. ne.. kebetulan sekali Chan.. aku juga belum makan.” Ucap Kris.
                “Yeee… Pelayan..” Chanyeol memanggil pelayan untuk mencatat pesanan Kris, setelah itu pelayan kembali ke dapur untuk menyiapkan pesanan Kris.
                “Uhm, bagaimana kabarmu sekarang Kris? Bagaimana kabar keluargamu di China?” tanya Chanyeol memulai perbincangan. China? Oooohh… Jadi dia orang China. Pantas, aksen bicaranya sedikit berbeda.
                “Uhm.. Baik-baik saja. Di China mereka juga baik-baik saja.” Kris melirik Andrea. Dan ternyata gadis itu juga sedang melihatnya. Mereka jadi salah tingkah akhirnya. Chanyeol yang melihat tingkah mereka hanya mampu menahan tawa. Andrea mengutuk dirinya sendiri karena terus memperhatikan Kris. Tapiii… terus memandangi Kris seperti ada kenikmatan sendiri. Uhm, memandanginya benar-benar seperti ekstasi. Membuatnya ketagihan dan menginginkannya terus. Baiklah… 8,5 point untuknya sekarang.
                “Eeeung. Andreane… Kau lupa denganku?” tanya Kris pada Andrea. Dan Andrea pun terkejut Kris bertanya seperti itu padanya.
                “Aaahhh, apa kalian pernah bertemu sebelumnya?” tanya Chanyeol.
                “Uhm, kami pernah bertemu sebentar. Tapi kami belum terlalu mengenal. Baru kali ini-lah kami berkenalan.” Ucap Kris. Sudah pernah bertemu sebentar? Kapan? Kenapa Andrea tidak ingat. Andrea juga merasa tak asing dengan wajah Kris. Tapi, kapan ia pernah bertemu dengannya?
                “Eeeuung, jwosonghamnida. Aku benar-benar tak ingat kalau kita pernah bertemu.” Ucap Andrea.
                “Aaaaahhhh, begitukah. Yaaaa… mungkin karena saat itu kau belum tau namaku, jadinya kau lupa padaku. Uhm, sungguh beruntung bisa bertemu denganmu lagi Andreane.” Ucap Kris pada Andrea.
                “Mianhae. Andrea memang sedikit pikun. Kebiasaannya memang begitu.” Ucap Chanyeol pada Kris.
                “Yaaaa… oppa…” teriak Andreane pada Chanyeol. Chanyeol dan Kris pun tertawa. Oohhhh… tawa lelaki ini. Dia mampu tertawa lepas, namun kenapa dia terlihat sangat manis. 9 point untuk Kris. Andrea menyukai tipe ini, terlihat manis saat tertawa lepas.
            Listen
Neukkil su inni
Nae simjangi
Ttwijireul anha
My heart be breakin’
                Ponsel Chanyeol berbunyi. Chanyeol mengambil ponsel disakunya. Tapi dia malah terlihat bingung, dan melirik ke arah Kris. Ooohh, ponsel milik Kris ternyata yang berbunyi. Andreane juga sempat bingung. Tapi kemudian dia tau, bahwa ringtone ponsel milik Kris sama dengan ringtone ponsel milik kakaknya.
                “Hallo? Uuuuhm… yes… Kris here. Ooohhh… of course… Yes, sir… Night..” klap. Kris menutup ponselnya. Kris melihat Chanyeol yang sedang menatapnya tajam.
                “Kau memang masih sama Kris.”
                “Nee… kau juga.”
               “Hahahahahahaha….” Kris dan Chanyeol tertawa bersama. Andrea bingung dengan sikap mereka. Aaaaakkkhhhhh…. Tawa itu lagi. Dia benar-benar manis. Mata sipitnya bahkan menghilang saat tertawa.
                Point untuk Kris terus meningkat seiring dengan keunikan-keunikan yang dimilikinya. Andreane benar-benar bisa menerima pria itu sekarang.
                “Uuhm. Oppaa…. Waeyo?”
                “Aaaahhh… Andrea… Kau tau, ringtone ponsel yang oppa gunakan?” tanya Chanyeol. Andrea pun mengangguk.
                “Ringtone yang tidak pernah oppa ganti selama 4 tahun. Aaahhhh… mungkin lebih dari 4 tahun.” Jawab Andrea.
                “Neee… Ini adalah ringtone yang dulu kami gunakan Andrea. Oppa dan teman-teman oppa, Minho, Siwon, Kris, dan juga Tao. Kau mungkin belum kenal dengan Tao, tapi, kau juga tau khan kalau Minho dan Siwon juga menggunakan ringtone ini?” Oooohhh yaaaa…. Itu memang benar. Minho dan Siwon juga mempunyai ringtone ponsel yang sama dengan Chanyeol. Aaakkkhhhh…. Ternyata mereka BFF sudah lama. Tapi, siapa Tao? Kenapa Andrea belum mengenalnya? Kris saja baru ia kenal. Hhhhmm.. Andrea baru menyadari kalau masih banyak mengenai oppa-nya yang belum ia ketahui. Bahkan Kris dan Tao yang merupakan BFF oppa-nya saja tidak diketahuinya.
                “Oooohhh…. Tak kusangka kau masih menggunakannya Kris.” Ucap Chanyeol.
                “Neee… Aku juga tak menyangka kau masih menggunakan ringtone itu.” kata Kris.
                ----------

Sebenarnya, siapakah Kris sebenarnya?
Bagaimana kisah selanjutnya?
To Be Continue ... 

5 komentar:

  1. Uhm sebelumnya, terima kasih sudah membaca FF saya sepanjang ini. Makasih selalu mengikuti FF saya sampai part ini.
    Saya menghargai setiap komen yg kalian berikan, krn itu jga berguna untuk kemajuan FF saya. Jadi, saya mnta tolong untuk memberikan komen stelah membaca. Jgn-lah menjdi silent rider.
    Oya, sebenarnya FF ini terinspirasi dari Ilana Tan dan drama Kimini Todoke.. Bagi kalian yang pernah membaca novel Ilana Tan, mungkin tak asing dgn cerita ttg musim gugur dan bunga sakura. Dan kalian yang pernah melihat film Kimini Todoke, mungkin juga tak asing dgn bunga sakura.
    Jadi, sekali lgi terima kasih readers...

    BalasHapus
  2. Akhirny kris keluar XD . jadi si mino tmenny chanyeol ama kris? hub ny minho ama andrea apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. gmna?? apakah kris keluar tiba" kyk setan di film" horor gtu, smbil menatap kmu dgn tatapan sangar'y itu? gk khan?? di sni kris gk sangar kyk di MV what is love og.. jdi jgn takut sma kris yaaa... ^^

      iya, minho itu temenan ama chanyeol & kris..
      hub minho sma andrea?? apa yaaa.... ahhh... ntar jga ketauan.. ^^

      Hapus
  3. kkk~ sorry bru coment :D mau coment apa nih ? bingung >,< . soalnya yg part 3 udah ke baca sih. kk ~
    pokoknya part 4 nya di tunggu secepatnya deh ya :3
    keyen bgt kok ffny :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhhhh iya... komentar'y jga udah ada yg di part 3.. wkwkwk...
      ya udah deh yaaa... di tunggu ajja.. okey?
      mungkin agak lama, coz mau nyari skolah dulu. tpi, ntar di sempet"in nglanjutin FF'y og..

      keyen?? gomapta.. ^^

      Hapus